Cerita Kemarin Tentang Kampus UP45


Kondisi perkuliahan terhenti untuk beberapa hari ini dikarenakan kampus dipalang oleh mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45. Semua ruangan dikunci dan benar-benar tak ada aktivitas di Gedung A maupun Gedung B terkunci rapat.
Aksi ini dipicu dari pergantian rektor yang terpilih dan siap dilantik justru salahsatu calon rektor yang kalah dalam pencalonan rektor waktu itu. Selain itu tudingan bahwa beliau tidak punya integritas dan sebagainya. Ditambah lagi sudah sekian tahun beliau mengabdi di kampus UP45 dan beberapa dugaan lain yang tersebar dikalangan mahasiswa.

Pada tanggal 11 April 2017 sekitar pukul 10.00 wib saya sampai dikampus. Nampak kerumunan mahasiswa didepan ruang perpustakaan. Ratusan yang hadir dengan  pegangan spanduk berisi tuntutan. Berpakaian rapi, ada juga kenakan almamater kampus maupun yang memakai pakaian organisasinya. Suara dari megaphone menggema, tuntutan hadirkan pak BI (rektor terpilih) disuarakan. Tak lama beliau hadir dan menjawab beberapa poin tuntutan dari mahasiswa.

Baca juga: Mahasiswa UP45 Tolak Rektor Baru

Situasi berjalan aman terkendali, aparat kepolisian nampak beberapa orang memantau jalannya aksi ini. Para karyawan/staf kampus dan dosen beberapa orang juga nampak menemani dibelakang pak BI. Tapi semua jawaban dari beliau ditolak dan massa tetap bersikeras untuk memaksa beliau menjawab sesuai pertanyaan yang dilontarkan. Tak ada titik temu. Karena pak BI juga beralasan tak bisa dan merasa grogi dengan situasi teriakan massa. Ia lebih meminta untuk duduk dan membahas tetapi massa tetap tak mau.

Setelah meliput dengan camera hp, saya tinggalkan kerumunan dan berjalan menuju kantin untuk minum kopi. Diajak kawan Arid dan Ruslan, berjalan menuju kantin. Tak lama berselang dari pojok kantin kami melihat kerumunan yang tadi bergeser. Berjalanan beriringan menuju ke depan melewati celah gedung A dan B. Kirain mau kemana, ternyata di simpang 2 depan gedung A, massa berhenti dan mulai membakar ban bekas. Asap hitam mengepul ditengah terik mentari, bercampur semangat teman-teman yang bersuara. Jalanan dipalang dan massa mulai duduk disekitar situ.

Mobil yang masuk dan keluar mulai dijaga ketat, diperiksa dan sebagainya. Beberapa saat disitu, sayapun pindah posisi setelah kawan Finsen dan Buang datang. Berjalan ke sudut parkiran kampus sambil memantau kawan--kwan yang membakar ban.

Selanjutnya pada tanggal 12 April 2017 pintu gerbang masuk kampus UP45 dipalang dengan spanduk. Ada spanduk bertuliskan, "Kampus ini disegel oleh mahasiswa", Rektor kami bukan BI dan sebagainya. Ramai dipintu gerbang setelah mendengar informasi kalau rektor yang dilantik akan kembali ke kampus. Oh iya didalam kampus Gedung A ada sebuah ucapan selamat kepada rektor yang baru dilantik. Dari seorang teman saya juga baru tahu kalau acara pelantikan dialihkan ke sebuah hotel.

Lihat juga: Hasil Rapat Akbar, AMP45 Akan Buka Segel

Kampus dikuasai mahasiswa dan rektor baru dilantik, padahal sehari sebelumnya ia didemo, diminta untuk mundur dari jabatannya. Sulit saya bayangkan, apa yang akan terjadi, bila Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 tetap ngotot dengan tuntutannya sementara pak BI, rektor yang baru dilantik juga tak mau mundur dan tetap mempertahankan posisinya sebagai rektor universitas proklamasi 45.

Semoga ada solusi terbaik yang akan didapat dalam pertemuan bersama, antara yayasan, rektor dan perwakilan AMP 45. Dan solusi itu dapat memuaskan semua pihak sehingga perkuliahan dapat kembali berjalan dengan normal.

Salam Juang

Gabhex | Bisa Papua


EmoticonEmoticon