Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ulah Sekelompok Orang, Nama Bangsa Tercoreng; Usut Tuntas!!!

Ini bukan tulisan pembelaan atas tindakan sewenang-wenang sesama umat manusia. Menolak dengan keras cara-cara atau tindakan tidak terpuji yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang.

Tindakan-tindakan seperti ini memang tidak pantas untuk ditiru dan semoga kedepan tidak terulang dan terjadi lagi diatas tanah ini.

Video berisi rekaman tindakan kekerasan atau pengeroyokan terhadap seorang supir truk di wilayah adat  Meepago telah menjadi viral; dibagikan dan dikomentari. Mulai dari komentari berkaitan dengan isi video hingga keranah yang berbeda. Kritikan terhadap aparat yang ada dilokasi kejadian hingga kritikan bahkan hinaan rasis, adat dan perjuangan bangsa Papua ikut terbawa didalam isi komentar-komentar tersebut.

Memang awal saya menonton juga terlintas beragam tanda tanya, namun menyadari bahwa ada sesuatu yang lain yang tidak terekam dalam cuplikan video. Tentu saja kronologis; bagaimana awal mula kejadian itu.  Dalam video yang viral terlihat dengan jelas perekam merekam dari dalam mobil; selain itu ada rekaman video dari jarak dekat juga yang saya tonton.

Dari kedua video tersebut telah memunculkan sudut pandang beragam dari penontonnya yang kemudian menuangkan pendapat pada kolom komentar beragam. Ada pula yang kemudian menambahkan keterangan dan ikutan share atau berbagi ke berbagai grup-grup dan sebagainya.

Yang saya amati dan telusuri ada juga yang menaikan informasi bahwa ada korban tewas yang juga  berprofesi sebagai seorang guru menabrak atau ditabrak dalam kecelakan lalulintas. Apakah ia menabrak babi atau bertabrakan dengan truk? Setelah menelusuri dimedia online ada kronologisnya dibawah ini:

Berdasarkan kronologis kejadian yang diinformasikan, sepeda motor Yamaha MX PA 5164 KA yang dikendarai oleh DM (37) melaju dari arah Moanemani menuju arah Paniai. Setibanya di jalan dekat pintu angin Dogiyai, pengendara sepeda motor menabrak seekor babi sehingga terjatuh dan terlempar sekitar 15 meter ke sebelah jalan sehingga masuk kebawah kolong mobil truk Colt Diesel Warna Kuning AG 8540 KC yang dikemudikan oleh YY (26) yang saat itu melaju dari arah berlawanan.

“Namun karena pengemudi truck tidak dapat menghentikan laju kendaraannya sehingga korban terlindas ban belakang Truck tersebut yang mengakibatkan korban DM meninggal dunia. Pada saat kejadian, masyarakat sekitar yang melihat langsung melakukan penganiayaan terhadap pengemudi truck (Sopir) tersebut hingga meninggal dunia,” tutur Kasat Lantas.  Baca selengkapnya Nabire.net : Lakalantas Di Dogiyai Minggu Siang, Korban & Pelaku Meninggal Dunia

Saya membaca juga di jubi.co.id tim polda sudah dikirim ke tkp untuk menginvestigasi, semoga secepatnya terungkap detail kronologis dan tindakan yang terjadi itu.

Dari unggahan dan sebaran foto-foto korban, nama bangsa Papua pun tercoreng, padahal itu ulah sekelompok orang. Secara emosional melakukan tindakan tersebut, karena ada korban kecelakaan yang tewas. Para komentator sosial media begitu hebat menambah bumbu dan memperkeruh dengan komentar-komentarnya yang bisa saja menimbulkan konflik baru.

Demi keadilan maka usut tuntas kasus tersebut, begitu pula dengan beragam kasus ketidak adilan lainnya yang terjadi diatas tanah Papua.

Dan terkait dengan kejadian ini secara pribadi menyampaikan turut berdukacita untuk korban guru yang meninggal karena kecelakaan begitu pula untuk korban yang meninggal karena alami kekerasan.

Sebelum akhiri tulisan ini, bila ada kata yang salah atau kurang bahkan tidak sesuai menurut pembaca yang budiman, ada kolom komentar untuk saran maupun kritik. Dan untuk pengguna sosial media marilah kita bijak mengomentari setiap informasi yang tersebar. 

Salam Blogger