Menggunakan Blogger untuk Situs Berita, Pribadi atau Bisnis

Menggunakan Blogger untuk Situs Berita, Pribadi atau Bisnis - Platform Blogger hingga kini masih menjadi salahsatu sarana dalam menampilkan berbagai jenis tulisan. Dari tulisan-tulisan pribadi hingga informasi berita, tips dan lainnya. Penggunaan blogger sebagai wadah penyaluran bakat menulis ini tidak terlepas dari kemajuan perkembangan teknologi informasi yang ada.

Beberapa orang menggunakan blogger untuk menyampaikan pendapatnya tentang berbagai fenomena sosial yang terjadi, tentang pemerintahan, tentang tokoh-tokoh masa kini; Misalnya seperti Denny Siregar dengan situsnya www.dennysiregar.com atau menggunakan blogger untuk memuat informasi berita yang terjadi disekitarnya seperti situs Salam Papua, salahsatu media berita online Papua dengan alamat situsnya www.salampapua.com.

Bisa dilihat juga contoh penggunaan blogger untuk bisnis, sarana promosi dan informasi tentang produk tertentu; misalnya situs yang beralamat di www.blog.bananaleaf.cafe

Selain platform blogger atau blogspot juga ada wordpress dan beberapa yang lainnya namun disini saya lebih tertarik dengan blogger. Ketertarikan dengan blogger ini ada beberapa alasan; diantaranya adalah blogspot atau blogger ini masih satu paket dan milik dari google.

Lebih mudah untuk bongkar pasang kodenya, gonta ganti templatenya dan berbagai fitur atau widget bawaan yang memudahkan.

Untuk mengisi postingan bisa diupdate melalui PC/Laptop maupun dengan android. Aplikasi blogger juga tersedia di playstore dan bisa diinstal di hp android. Cara menggunakan via android bahkan jauh lebih memudahkan para blogger untuk mengupdate blog.

Tertarik untuk mencoba dan menyalurkan bakat menulis? Belajar menulis dan mengembangkan tulisan, Menjadikan blogger sebagai jurnal online untuk aktivitas pribadi; dan lainnya..silahkan saja.

Salam Blogger

Gabhex | Bisa Papua

Begini Cara Bikin Gambar Cover Diatas Postingan / First Image

Hello pengunjung  setia Bisa Papua dan terutama rekan-rekan yang masih aktif menulis dan menggunakan blogger untuk salurkan tulisan dan berbagai hal menarik lainnya.

Pada  artikel kali ini akan saya sertakan cara untuk membuat membuat cover pada setiap postingan blog yang terletak diatas judul dari postingan, cover foto postingan diartikel akan menjadi paling diatas; dengan tampilan seperti itu maka akan membuat postingan blog semakin menjadi lebih rapi dan keren untuk dilihat.

Bagaimana caranya agar semakin mempercantik dan membuat tampilan blog menjadi rapi tentu dibutuhkan berbagai macam pengelolaan yang akhirnya mendapatkan hasil sesuai dan tampilan blog maksimal, dan untuk itu tentu salah satu cara yang dapat membuat cantik tampilan blog anda adalah dengan menggunakan cover pada setiap postingan yang didasari oleh gambar pertama yang menjadi cover tersebut.

Lalu bagaimana cara untuk membuat cover postingan blog yang terletak di atas judul postingan ?

Lihat juga: Cara Pasang Warna Latar Popular Post

Tanpa bertele-tele bikin panjang saja mending langsung ke prakteknya; silahkan ikuti langkah-langkahnya dibawah ini:

Cara Buat Gambar Postingan First di Blogger:

1. Masuk di Mode HTML Edit lalu cari kode berikut  ]]></b:skin></style> 
Setelah ketemu, copy kode dibawah ini dan paste diatas kode  ]]></b:skin></style>

.firstimage{
  background:#fff;
  padding-bottom:10px;
  background-repeat:no-repeat;
  background-position:center;
  background-size:cover
}

2. Lanjut lagi cari kode  </body>  lalu paste code dibawah ini diatasnya:

<script type="text/javascript">
//<![CDATA[
$(function() {
   $(".separator:first").remove();
      $(".post-body > img:first").remove();
                      });
//]]>
</script>

3. Langkah ini yang paling utama dan sedikit menguras konsentrasi; silahkan cari kode berikut ini: <b:if cond='data:post.link'> lalu paste:

<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'><div class='coverImage'>
<b:if cond='data:post.firstImageUrl'><img class='firstimage' expr:alt='data:post.title' expr:src='data:post.firstImageUrl'/><b:else/><img class='firstimage' expr:alt='data:post.title' src='URL_GAMBAR_NOIMAGE'/></b:if></div>
</b:if>

Catt: 
- kode ini lebih ada dari satu sehingga disarankan, mencoba satu persatu.
-  Ganti URL_GAMBAR_NOIMAGE dengan code url gambar sendiri, untuk tampilan dipostingan tanpa gambar

Pada langkah ini sudah selesai, silahkan untuk disave lagi lihat disatu postingan sudah tampil atau belum.

4. Langkah terakhir ini untuk mengatur agar posisi gambar menjadi full; cari kode </style> lalu paste kode:

.post img.firstimage{
  width:100%;
  height:auto;
  max-width:100%}
.post-body .separator:nth-child(1) {display:none}

Selesai
***

Silahkan dicoba pada blog kawan dan lihat hasilnya, jika ada kesalahan atau tidak muncul silahkan kasitau di kolom komentar.

Salam Blogger

Gabhex | Bisa Papua

Siapa Capres Indonesia Pilihan Papua nanti?

Sebentar lagi pesta demokrasi indonesia digelar untuk memilih pemimpinnya yakni presiden dan wakil presiden republik Indonesia 5 tahun kedepan. Dua kandidat terbaik yang tim suksesnya terus mengkampanyekan agar bisa maksimal dalam meraih suara terbanyak nanti.

Debat capres pertama sudah digelar pada 17 januari 2019 kemarin yang disiarkan beberapa stasiun televisi. Menjadi tontotan paling menarik karena keduanya menyampaikan dengan durasi waktu yang begitu singkat, baik itu pertanyaan maupun jawaban dan sebaliknya.

Kali ini bukan mengulas tentang perdebatan kedua pasangan capres dan cawapres tetapi lebih kepada pilihan siapakah  yang akan menjadi pilihan rakyat Papua nanti. Kedua pasangan memiliki peran dan tdak terlepas dari apa yang pernah dan kini dialami Papua. Sebut saja Prabowo; nama ini tidak asing untuk orang Papua, dikarenakan pernah ada kasus pelanggaran yang terjadi dimana keterlibatan Prabowo didalamnya (Peristiwa Mapnduma), beliau saat itu sebagai anggota militer aktif. Bagaimana dengan Jokowi? Beiau saat ini masih menjabat sebagai presiden indonesia aktif; bahkan dimasa beliau, banyak yang beranggapan bahwa Papua menjadi anak emas, karena itu hampir sekian kali pak jokwi kunjungi Papua.

Jokowi juga mendorong percepatan pembangun di Papua, membuat jalanan trans Papua yang sebenarnya sudah dimulai dibicarakan sejak era Soeharto, kemudian dimulai pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Jokowi hanya melanjutkan namun ditambah dengan pendekatan yang lebih masif sehingga bagi kalangan masyarakat dibawah dianggap sosok pembawa perubahan bagi Papua.

Tapi benarkah demikian? Jika benar yang menjadi pertanyaan bersama, mengapa tingkat kekerasan, penutupan ruang demokrasi, sejarah masa lalu Papua, banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia masih terjadi ditanah Papua. Mengapa ada angkatan bersenjata Papua, mengapa ada pemerintah negara Papua, mengapa ada tuntutan referendum, mengapa ada pengungsian masyarakat Papua, kenapa tuntutan rakyat Papua untuk merdeka masih menggema? mengapa ada ribuan rakyat Papua masih hidup di perbatasan sebagai pengungsi? Janji-janji penyelesaian hanya koar-koar saat ajang cari suara selanjutnya sampai akhir periode jabatan tidak ada pelanggaran ham yang terselesaikan, tidak ada ranah penyelesaian yang baik untuk permasalahan Papua yang begitu kompleks.
Tabel - LIPI

Baik capres nomor urut 01 maupun nomor urut 02 jika terpilih nanti akankah mampu membangun kembali Papua untuk mencintai republik ini? Apakah masih adakah ruang kebebasan bagi rakyat Papua dalam meluruskan sejarahnya ataukah hanya akan dibungkam dengan nasionalisme sempit berujung penjara dengan tuduhan makar?

Pilihan ada pada rakyat, siapapun yang terpilih menjadi presiden republik indonesia nantinya dapat menjalankan amanat rakyat, amanat undang-undang dan lain sebagainya. Tetap menghormati hak-hak setiap suku dan bangsa di nusantara; mendengarkan keinginan rakyat yang sesungguhnya bukan malah membantasi hak-hak rakyat dengan UU dan tuduhan anti negara.

Jadi siapakah capres pilihan rakyat papua? Kembali pada masing-masing orang pu pilihan di Papua.

Salam Blogger
Gabhex | Bisa Papua

Generasi Cerdas, Perjuangan dalam Pangkuan Ibu Pertiwi

Ada apa dengan Papua? Kenapa harus terjadi lagi pembunuhan atas nama perjuangan mewujudkan kemerdekaan. Bukankah bersama Indonesia Papua sudah merdeka? Lantas mengapa ada gerakan – gerakan perlawanan yang terus tiada henti bergerilya melawan aparat keamanan Indonesia? Jika benar papua telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi maka mengapa masih ada nasionalisme ganda dalam diri orang Papua? Mengapa ibu pertiwi bertindak semena-mena semenjak tanah ini diambil alih dan menjalankan roda pemerintahan setengah abad lalu? Pembangunan yang dianggap tertinggal hingga harus dipercepat, percepatan pembangunan untuk rakyat mendapatkan satu harga, namun kesan pembangunan yang dipaksa ternyata belum mampu meredam juga? Ada apa dengan masa lalu Papua?

Lihat Juga: Perlunya Pendidikan Sejarah Bagi Generasi

Begitu banyak pertanyaan yang semakin terlintas dalam benak, manakala tahun berganti kekerasan demi kekerasan masih mendominasi berita-berita baik media local maupun media nasional. Belum tuntaskah persoalan dasar hingga untuk melangkah kedepan masih terus terganjal? Jawabannya sangat jelas, belum tuntas.

Persoalan mendasar yang menjadi keharusan pemerintah Indonesia adalah dengan membuka ruang untuk penyelesaian status politik Papua. Perundingan antar kedua belah pihak bersama pihak ketiga yang netral dalam membahas dan membicarakan permasalahan Papua sangat-sangat penting dilakukan. Dan bukan terus menutup mata dan menganggap persoalan Papua adalah masalah ketertinggalan pembangunan, ketertinggalan ekonomi dan sebagainya, permasalahan dasar adalah integrasi Papua yang belum final, integrasi yang penuh kebohongan sehingga penting untuk menyelesaikannya.

Pengabaian atas tuntutan rakyat Papua dan terus melanjutkan pemaksaan kekuasaan atas wilayah Papua dengan menjalankan roda pemerintahan dibantu kekuatan senjata hanya akan bertahan dalam waktu singkat, bilamana rakyat Papua terus mengobarkan semangat perlawanan maka sejarah akan mencatat Papua pernah menjadi bagian Indonesia sama seperti Timtim.

Baca Juga: Cerita: Sekedar Pendapat Papua Ber”Hak” Merdeka

Kita adalah generasi emas  di abad ini, generasi yang semakin maju dengan pencapaian luar biasa untuk  teknologi, arus media online ikut membantu menyuburkan nasionalisme kebangsaan setiap wilayah di nusantara. Generasi yang cerdas yang bisa belajar dari berbagai opini juga catatan sejarah dan peristiwa diberbagai belahan dunia. Sejarah dari masalalu yang kelam, perang dan penjajahan, bangkitnya bangsa-bangsa dalam perjuangan kemerdekaannya. Ada banyak bangsa yang terpaksa diperbudak bangsa lain karena sumber daya alamnya. Ada juga bangsa-bangsa yang lahir dari hasil kesepakatan segelintir orang. Ada yang bertahan menjadi Negara Merdeka dan ada yang hingga kini berusaha memperjuangkan bangsanya untuk merdeka.

Kita adalah generasi yang cerdas yang dapat memilah berdasar sejarah dan bukan sebatas menelan mentah pendidikan sejarah yang dibuat untuk memperkuat rezim. Kita adalah generasi cerdas yang menghormati hak asasi dan menghormati kebebasan sesama kita selama itu tidak merugikan kita.

So back to masalah Papua, pemberitaan – pemberitaan media yang begitu jelas-jelas tidak netral dalam pemberitaan dan kesan menyudutkan satu pihak tanpa berusaha memuat akar konflik Papua adalah pembodohan kepada publik. Sehingga masyarakat yang menonton juga jangan termakan satu berita saja tetapi mencari pembanding, atau minimal tidak berkesimpulan duluan sebelum mengetahui permasalahan yang terjadi.

Salam Blogger :)

Gabhex | Bisa Papua

Malam Tanpa Bulan, Lanjutkan

Malam tanpa bulan
Kegelapan  yang datang
Begitu cepat kian cekam
Diantara rasa dan asa

Tebius pada fenomena
Bisikan hati diantara murka
Diam saja lalu pergi
Atau selip amarah dalam ambisi

Oh,... bukankah ini takdir
Antara derita atau sukacita
Biarkan dan abaikan yang mencibir
Kelak bukti juga bakti akan ada

Terima saja dan jalani
Yang bisa merubah dirimu
Bukan ia yang lain...
Lanjutkan....


By. Gabhex | Bisa Papua

Gbr Ilustrai- google

HP Rusak, Sekedar Info

LCD Retak Ilustrasi - google
Siang kemarin (23/11/2018) tanpa sengaja hp yang sedang dipegang jatuh, baterai terlepas begitu pula penutup baterenya. Awalnya sa anggap hp masih bisa dihidupkan dan dapat berfungsi kembali; sayangnya setelah pasang kembali hasilnya layar blank. Tampilan layar hanya hitam dan ada retakan dari atas  ke bawah layar. Ternyata hp rusak dan ini untuk kesekian kali alami kejadian macam ini.

Ketergantungan untuk tiap waktu memegang hp memang sungguh luar bisa, tidur bangun, duduk dan berjalan pasti hp akan selalu menjadi yang utama untuk dilihat,  selain korek, tentunya korek bagi yang merokok.

Aktivitas menggunakan hp memang begitu menyita sesuai dengan fungsinya selain aplikasi sosial media yang tersedia didalamnya juga dikarenakan ada fitur-fitur lain seperti note untuk bikin konsep tulisan-tulisan,  fitur camera untuk foto dan video; juga fitur lainnya yang tersedia  dan semakin memudahkan  penggunaannya.

Seandainya hp itu hanya digunakan untuk komunikasi biasa, telp dan sms, tidak menjadi masalah ketika rusak, tetapi karena tambahan fitur-fitur lain  yang bermanfaat itu sehingga ketika rusak macam saat ini sa rasa separuh atap miring heheh bukan dunia runtuh.

Ambil hikmahnya saja dari kerusakan hp ini, untuk selanjutnya sebaiknya konsep tulisan dan dokumentasi foto video dan sebagainya sebaiknya setelah menulis di hp disalin/dipindakan ke perangkat lain, laptop ataupun pc; untuk jaga-jaga bilamana hal-hal yang tidak diinginkan terjadi maka masih punya salinannya.

Oh iya tambahan saja untuk rekan-rekan, keluarga dan yang punya kontak dengan saya, berhubung hp rusak, posisi Whatsapp tidak aktif alias offline. Untuk info lainnya silahkan info via facebook saja.

Salam

Gabhex | Bisa Papua

Begini Harga Pala Standar ASPATON Fakfak, Siap Beli dari Petani Pala

Pemberitahuan

Kepada seluruh Masyarakat Petani Pala di Kabupaten Fakfak;  diberitahukan bahwa kami dari Badan Pengurus Asosiasi Petani Pala Tomandin Fakfak ( ASPATON ) Sudah Siap untuk membeli Pala dari Petani dengan harga pala yang dipaparkan di bawah ini:

Daftar Harga Pala Standar ASPATON

No Bentuk Pala Harga Standar
1 Pala Tuli Rp. 25.000
2 Pala Goyang Rp. 36.000
3 SS/ Sama Sosok (Campur) Rp. 30.000
4 Bunga Pala Rp. 110.000
5 Pala Mentah Rp. 350.000/ biji

Fakfak, 24 oktober 2018

TTD

Pengurus Pusat

Catatan :

Jika ada petani yang mau jual silahkan hubungi kami badan pengurus ; ini alamat kami :
Alamat : Jln.Krapangit Gewab, Fakfak - Papua Barat.

kontak :

Ketua Aspaton Hiriet Hegemur
Hp : 0852 4439 6311

Sekum Amos Wagab
Hp : 0822 3800 7470

Fredy Warpopor
Hp : 0812 4097 9585

Trimakasih

Fakfak 30 Oktober 2018

ttd

Pengurus Pusat

Ini 2 Pasal RUU Tentang Sekolah Minggu dan Katekisasi Serta Pernyataan PGI

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyambut positif Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama jadi usul inisiatif DPR. Namun ada dua pasal mengenai pendidikan agama Kristen di RUU itu yang dianggap tidak tepat menurut PGI.
Untuk diketahui, RUU Pesantren dan Pendidikan Agama ini tidak hanya mengatur pesantren dan madrasah, tapi juga mengatur konsep pendidikan agama di luar Islam. Dalam pasal yang membahas pendidikan umat Kristen, PGI memberikan catatan.

"Kami melihat, ketika membahas tentang pendidikan dan pembinaan di kalangan umat Kristen, nampaknya RUU ini tidak memahami konsep pendidikan keagamaan Kristen di mana ada pendidikan formal melalui sekolah-sekolah yang didirikan oleh gereja-gereja dan ada pendidikan nonformal melalui kegiatan pelayanan di gereja," demikian salah satu poin dalam pernyataan resmi PGI yang dimuat di situs resmi, dikutip pada Rabu (24/10/2018).

"Sejatinya, Pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi merupakan bagian hakiki dari peribadahan gereja, yang tidak dapat dibatasi oleh jumlah peserta, serta mestinya tidak membutuhkan ijin karena merupakan bentuk peribadahan," kata PGI.

Berikut 2 pasal yang dikritik PGI:

Pasal 69

(1) Pendidikan Keagamaan Kristen jalur pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 diselenggarakan dalam bentuk Sekolah Minggu, Sekolah Alkitab, Remaja Gereja, Pemuda Gereja, Katekisasi, atau bentuk lain yang sejenis.

(2) Pendidikan Keagamaan Kristen nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh gereja, organisasi kemasyarakatan Kristen, dan lembaga sosial keagamaan Kristen lainnya dapat berbentuk satuan pendidikan atau program.

(3) Pendidikan Keagamaan Kristen nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan dalam bentuk program yang memiliki peserta paling sedikit 15 (lima belas) orang peserta didik.

(4) Pendidikan Keagamaan Kristen nonformal yang diselenggarakan dalam bentuk satuan pendidikan atau yang berkembang menjadi satuan pendidikan wajib mendapatkan izin dari kantor Kementerian Agama kabupaten/kota setelah memenuhi ketentuan tentang persyaratan pendirian satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2).

Pasal 70

(1) Pendidikan Keagamaan Kristen nonformal bertujuan untuk melengkapi pendidikan agama Kristen yang diperoleh di Sekolah Dasar/ Sekolah Dasar Teologi Kristen, Sekolah Menengah Pertama/ Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen, Sekolah Menengah Atas/ Sekolah Menengah Teologi Kristen/Sekolah Menengah Agama Kristen atau di pendidikan tinggi dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Tuhan.
(2) Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Kristen nonformal dapat dilaksanakan secara berjenjang atau tidak berjenjang.

Dibawah ini Isi Siaran Pers dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia

Siaran Pers Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia terkait dengan RUU Pesantren dan Pendidikan Agama

Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) pada Rapat Paripurna, 16 Oktober 2018, telah menetapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sebagai usul inisiatif DPR RI dan akan segera menjadi pembahasan dalam proses legislasi nasional.

Setelah mengamati isinya, RUU tersebut tidak hanya mengatur tentang pesantren dan madrasah namun juga mengatur pendidikan keagamaan bagi agama-agama lain di luar Islam.  Menyikapi hal tersebut Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan beberapa hal:

1. PGI menilai bahwa pendidikan keagamaan formal seperti pesantren, madrasah, sekolah teologi dan sejenisnya sebagai bagian dari pendidikan nasional telah memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter bangsa. PGI juga menilai bahwa selama ini pengembangan institusi pendidikan berbasis agama tersebut kurang mendapat dukungan dari negara. Hal ini merupakan bentuk ketidakadilan di dunia pendidikan di mana pendidikan formal lainnya mendapat dukungan penuh dari negara. Olehnya PGI memahami perlunya UU yang menjadi payung hukum bagi negara dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada pesantren dan pendidikan keagamaan lain yang formal.

2. Namun kami melihat, ketika membahas tentang pendidikan dan pembinaan di kalangan umat Kristen, nampaknya RUU ini tidak memahami konsep pendidikan keagamaan Kristen di mana ada pendidikan formal melalui sekolah-sekolah yang didirikan oleh gereja-gereja dan ada pendidikan nonformal melalui kegiatan pelayanan di gereja. Pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi, yang juga hendak diatur dalam RUU ini pada pasal 69 – 70, sesungguhnya adalah proses interaksi edukatif yang dilakukan oleh gereja-gereja di Indonesia, yang merupakan pendidikan nonformal dan masuk dalam kategori pelayanan ibadah bagi anak-anak dan remaja.

3. Dengan melihat syarat pendirian pendidikan keagamaan dengan memasukkan syarat peserta didik paling sedikit 15 (lima belas) orang serta harus mendapat ijin dari Kanwil Kementerian Agama Kabupaten/Kota maka hal tersebut tidak sesuai dengan model pendidikan anak dan remaja gereja-gereja di Indonesia, sebagaimana kandungan RUU yang hendak menyetarakan Sekolah Minggu dan Katekisasi dengan model pendidikan pesantren. Sejatinya, Pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi merupakan bagian hakiki dari peribadahan gereja, yang tidak dapat dibatasi oleh jumlah peserta, serta mestinya tidak membutuhkan ijin karena merupakan bentuk peribadahan.

4. Penyusunan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan adalah kecenderungan membirokrasikan pendidikan nonformal khususnya bagi pelayanan anak-anak dan remaja yang sudah dilakukan sejak lama oleh gereja-gereja di Indonesia. Kecenderungan ini dikhwatirkan beralih pada model intervensi negara pada agama.

5. PGI mendukung Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan ini menjadi undang-undang sejauh hanya mengatur kepentingan Pendidikan formal dan tidak memasukkan pengaturan model pelayanan pendidikan nonformal gereja-gereja di Indonesia seperti pelayanan kategorial anak dan remaja menjadi bagian dari RUU tersebut.


Jakarta, 18 Oktober 2018

Humas PGI
***

ref:  
- https://pgi.or.id/siaran-pers-persekutuan-gereja-gereja-di-indonesia-terkait-dengan-ruu-pesantren-dan-pendidikan-agama/
- https://news.detik.com/berita/4270859/ini-2-pasal-ruu-pesantren-dan-pendidikan-agama-yang-dikritik-pgi

POLITIK BERTOPENG JANGAN ADA LAGI

OPINI
POLITIK BERTOPENG JANGAN ADA LAGI
(Sebuah Catatan Realita Sosial Masyarakat Fakfak)

Oleh : Samuel. Rohrohmana

Babak perpolitikan telah bergema di seantero nusantara dan khususnya di Papua Barat terlebih khusus lagi di kota pala Fakfak juga benar-benar terasa, disitulah figur dan tokoh akan bermunculan. Baik secara kolektif atau perseorangan yang direkomandasikan oleh partai politik atau Lasimnya setiap ketokohan atau figur pemimpin hadir dengan membawa nama RAKYAT untuk mencari simpati dengan menjajikan dua KATA, pertama kata KEADILAN dan kedua kata KESEJAHTERAAN. Namun kenyataan berbicara lain kata- kata hanya menjadi slogan yang mudah diucap akan tetapi sukar di implementasikan padahal rakyat telah menaruh harapan perubahan akan terwujud. Bagi mereka yang memahami politik secara teoritis tentu dapat mendefinisikan kedua kata itu dengan gamblang dan tentu secara gamblang pula diimplementasikan, maka secara hakiki mereka dapat menyentuh nurani rakyat.

Berdasarkan klasifikasinya keadilan dapat di pahami sebagai berikut, pertama Keadilan mengandung pengertian perimbangan atau keadaan seimbang ( mawzun, balenced), tidak pincang. Jika misalnya suatu masyarakat ingin mampu bertahan maka ia harus berada dalam keadaan seimbangan (mua’adil), dalam arti bahwa bagian-bagianya harus ada dalam ukuran hubungan satu dengan lainya dalam keadaan secara tepat. Kedua Keadilan mengandung makna persamaan, (musawah, egalite), yang tidak ada diskriminasi dalam bentuk apa pun. Kamus politik 2008, Megandaru W Kawurya, keadilan tidak terlaksanakan jika tidak memperhatikan kaedahnya. Pemahaman orang terkadang sempit sehingga cenderung para politik sering memberi sekat antara keadilan dan sejahtera, sebenarnya jika suatu masyarakat itu diperlakukan adil oleh pemimpin yang memimpin birokrasi pemerintahan atau legislatif maka itu dapat dinyatakan bagian dari sejahtera.

Arak-arakkan dan panggung-panggung kampanye menodai serta mencederai rakyat dengan sebuah janji ,alias “ NANTI” kalau rakyat berkenan memenangkan saya dengan memilih saya, maka saya akan memberi bantuan bahan bangunan berupa sement, daun seng, beasiswa pendidikan untuk adik-adik yang berprestasi, dan juga akan saya berikan bantuan modal untuk usaha kecil. Lagi-lagi cerita itu hanya berkedok topeng, rakyat jadi tumbal konspirasi politik kapitalisme. Iming-iming sejahtera yang dijanjikan untuk melakukan rasa adil dan merata hanyalah menjadi bunga tidur yang harum, akan tetapi ketika membuka mata melihat dunia rakyat diperhadapkan dengan berbagai aneka macam masalah yang amat berat menunggu diserambi rumah. Maaf kini rakyat menangung rasa sakit karena luka janji tak kunjung pasti.

Arak-arakan dan panggung-panggung tempat politikus beronani hanya menghasilakan kata Nanti dan Akan entah itu kapan dan siapa bertanggung jawab?

Harapan harus di raih janji harus di tepati utang harus di lunasi yang terabaikan harus di kembalikan yang ternodai harus di putihkan yang terkebelakang harus di selaraskan yang berliku-liku harus ada rambu-rambu, demi tercapainya sebuah tujuan bersama. Tak ada Korupsi Kolusi Nepitisme “KKN” tidak membeda ras golongan atau yang paling fundemetal adalah agama mana pun. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani menyentuh lumpur bersama rakyat, berani pula tidur di serambi bersama rakyat.

Saya berani melakukan itu untuk Papua Barat tanpa mengedepan janji dan retorika kosong, saya benci jika diantara kompititor politik yang doyannya gombalin rakyat dengan lidah akar tubanya. Saya tak berani mengantarkan segalun madu kalau ending akhirnya suram, akan tetapi saya berni menawarkan garam untuk memperbaiki langkah bersama-sama. Politik membesarkan rakyat akan tetapi politik juga menghancurkan oleh sebabnya pilihlah figur yang tepat bukan karena uang. Politik uang hanya memakai peribahasa habis manis sepah di buang tetapi lihat dan pilih figur yang niat dan sikapnya baik walau tidak bermodal.
Saatnya saya SIAP JUNGKIR BALIK MENGAWAL ASPIRASI RAKYAT

Daftarkan Tim Anda, Turnamen Futsal Dupiad Cup II Akan digelar

Yogyakarta - Turnamen Futsal  "Dupiad Cup II"  Akan segera di gelar pada awal bulan november 2018 demikian tulisan yang termuat pada sebaran poster yang disebar oleh penyelenggara.

Pertandingan sistem gugur, Kategori Umum 32 team untuk putra dan 16 tim untuk putri. (lihat digambar untuk jelasnya atau hubungi cp)
turnamen Futsal Dupiad Cup II
Bagi anda tim-tim fusal yang ada di kota Yogyakarta dan berminat untuk mengikuti turnamen ini silahkan daftarkan tim anda, tim putra maupun tim putri untuk contact person dapat menghubungi Feby : 081293310782 (WA) dan Kristovel : 081344074414 (WA).
turnamen Futsal Dupiad Cup II

Editor Gabhex | Bisa Papua