Kehilangan barang atau benda benda mati memang cukup membuat resah tetapi barang-barang tersebut bisa didapatkan kembali. Lantas bagaimana kehilangan orang-orang terdekat seperti anak, adik, kaka, teman dan sahabat tentu berbeda rasanya.
![]() |
| Candi Borobudur |
Lebih baik masih berada dalam kepolosan tanpa mengerti arti kehidupan daripada mengerti dan kemudian merasakannya ketika orang terkasih hanya bisa dikenang dan dikenang. Semua berakhir ketika roh meninggalkan raga.
![]() |
| Man dan Adik Bungsu |
Ingin kutulis tentang hal-hal umum yang kusukai dan bukan tentang kabar duka, karena rasanya jemari tak mampu digerakan ketika Kabar tentang anak-anak yang telah pergi, kabar tentang keluarga dekat dikampung halaman dan ditambah dengan kabar duka dari yang sekandung.
Setelah lewat beberapa waktu barulah kembali merangkai kata demi kata dan lagi-lagi jalan buntu masih menghinggapi nalar. Namun itulah hidup yang terus berlanjut. Menulis untuk mengenang kepergian dari orang-orang terkasih dalam hidupku.
Dari jauh hanya doa dalam tidur panjang sampai bertemu di Yerusalem Baru.
Gabhex | Bisa Papua




