Dupiad

Sarasehan PKMFP-Peran Mahasiswa Jaga Kota Pendidikan

Bertempat di Gedung Kedaulatan Rakyat digelar acara Sarasehan Paguyuban Keluarga Mahsiswa Fakfak Papua (PKMFP) se-Yogyakarta pada 30 Mei 2016.

Hadir sebagai pemateri dalam sarasehan ini antara lain GBPH Prabukusumo (Pelindung Paguyuban Mahasiswa Fakfak Se-Yogyakarta), dr. Gun Nugroho Samawi (Pimpinan KR) dan Pdt. Benny Dimara S Si,MA (Sesepuh Mahasiswa Papua).

Thema yang diambil "PERAN MAHASISWA PAPUA BARAT DAN PAPUA DALAM RANGKA MENJAGA KETERTIBAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN"

Berikut rekaman video saat bagian akhir dari kegiatan Sarasehan yaitu penyerahan cinderamata dari BPH PKMFP kepada pemateri.

silahkan lihat video:


0 komentar:

Puisi

Tuhan, Sembuhkanlah ibuku

Tubuh letih terbaring
Keriput yang nampak
Usia yang makin menua
Dan sakit yang diderita...

Ibu, pilu hati menatap diam
Aku, anakmu hanya diam
Tak mampu berbuat apa-apa
Hanya bisa menjaga
Ikut berbaring disampingmu
Mengusap dan membelai rambutmu

Aku teringat masa kecil saat ibu menjagaku
Apakah sakit, tangis dan kecapaian
Adakah ibu biarkan aku?
Aku tahu ibu setia menjaga
Ditimang digendong dibujuk
Hingga aku terlena, diam dan tidur

Hingga dewasa aku merasa kasih ibu masih ada
Hari-hari masih kuingin ibu kembali pulih
Ceritakan tentang masa kecilku
Masih kuingin melihat senyuman ibu
Masih kuingin Tuhan, ibu sehat.
Kembali menjalani aktivitas seperti hari kemarin.
Kupinta padaMu Tuhan
Tuhan sembuhkanlah ibuku.

1 komentar:

Kampus

Larangan Film Pulau Buru Tanah Air Beta dikampus


Siang ini dikampus, beredar surat ke setiap UKM yang ada, isinya sekilas dari yang saya baca hampir sama semua yaitu tentang adanya agenda pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta. Dalam surat disebutkan pihak kampus  tidak mengizinkan pemutaran film tersebut didalam kampus.

Ada apa dengan film tersebut? saya juga jadi penasaran dan timbul rasa ingin tahu. Sempat browsing dan lihat trailernya diyoutube. Tetapi bagi saya hal ini sebenarnya biasa, tetapi karena dilarang akan menimbulkan rasa ingin tahu dari berbagai kalangan. Termasuk mahasiswa yang awalnya tidak tahu, tetapi setelah membaca edaran tersebut jadi penasaran.

So tak apalah, saya tidak mau ikut terlarut, itu sudah hak kampus, bagi saya selama itu baik, ya monggo. Tetapi jika itu suatu hal yang patut diketahui oleh generasi, maka wajar saja untuk ditonton, didiskusikan bahkan didebatkan soal isi dan kebenaran dari cerita tersebut. Lagi-lagi buka soal paham dan segalanya, seperti yang dilarang. Lebih kepada kebenaran sejarah yang wajib diungkap.

Ini trailer film Pulau Buru Tanah Air Beta:

Berikut saya lampirkan sinopsis dari film "Pulau Buru Tanah Air Beta".

Film "Pulau Buru Tanah Air Beta" karya sutradara Rahung Nasution ini bercerita soal bekas tahanan politik (tapol) Pulau Buru.  Cerita berpusat pada seorang sastrawan anggota LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat) bernama Hersri Setiawan yang bernostalgia kisahnya hidup di Pulau Buru sebagai tapol. Ia adalah sastrawan yang saat itu karyanya tak diakui pemerintah. Di sepanjang film, kita juga akan sekaligus menikmati puisi-puisi karya Hersri - yang baru menerima pengharagaan "Inspirasi Perjuangan HAM bagi Generasi Muda" dari Universitas Gadjah Mada. Penghargaan ini bersamaan dengan bedah buku "Memoar Pulau Buru" yang ia tulis. 

Di Pulau Buru, selama jadi tahanan politik, Hersri tak pernah berniat kabur. Pilihan yang ia tetapkan untuk dirinya adalah dibebaskan atau mati dipenjara - dengan tetap merawat harapan untuk pulang. Baginya Pulau Buru merupakan pengharapan. Yang ia harapkan hanyalah umur yang sepanjang-panjangnya supaya ia dapat merasakan rasanya pulang suatu saat. 
 
"Harapan saya adalah bertahan lebih lama supaya bisa pulang," katanya di dalam film.  
Gayung bersambut, tahun 1977-1979 tahanan Buru dibebaskan.
 

Dalam film tersebut diceritakan interaksi antara warga lokal, pendatang dan juga para tahanan politik. Para transmigran menyebut bahwa mereka mengenal para tahanan politik dan menyebut mereka warga yang baik. 
 

Di dalam film, kita dibawa menikmati Pulau Buru dengan langit yang biru, sekaligus menyaksikan perjalanan Hersri juga teman sesama eks tapol Pulau Buru, Tedjabayu. Mereka mengunjungi suatu gedung kesenian yang dibangun oleh para tapol semasa berada di Pulau Buru. "Sekarang jelek," kata Tedjabayu mengeluh. 


Sepanjang mata memandang, tak ada jejak penyiksaan tapol di sana. Yang ada hanyalah sawah membentang. Setelah pemutaran film, sutradara Rahung Nasution mengaku sempat bingung ketika pertama kali menjejakkan kaki di Pulau Buru. 


"Kalau baca buku-bukunya Pramoedya (Ananta Toer, red), ada cerita tragedi kemanusiaan di sana. Tapi tidak ada. Seperti dihilangkan. Hanya ada sawah di sana!"


Satu-satunya monumen yang tersisa adalah sebuah monumen kecil di Desa Savanajaya. Di situ tertera nama-nama tentara yang bertugas di sana, termasuk membangun lahan sawah di Pulau buru. "Padahal yang bikin tapol," ungkap Tedjabayu sembari memandang monumen kecil tersebut. 
Meski begitu, ia ingin monumen tetap dipertahankan. "Sebagai pengingat," kata dia. 


Film ditutup adegan Hersri Setiawan menyambangi makam rekan sesama tahanan politik seperjuangannya bernama Heru yang dimakamkan ke Pulau Buru. Suasana haru langsung membekap di sana - ketika doa dipanjatkan dan nisan yang terlantar ditengok. 

Hersri Setiawan dan Tedjabayu punya keinginan yang sama dengan film ini: supaya sejarah ditampilkan dengan jelas. Di ujung film, tampak Hersri bicara di depan warga Pulau Buru. Di situ, ia juga 'menggugat' Pemerintahan yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo: "Apakah pernah bicara soal kawan-kawan?"
Editor: Dimas Rizky - http://portalkbr.com
 

0 komentar:

Papua,

Sion Kids Papua

Sion Kids Papua



--- Etimologi Sion Kids Center ---

APA ITU SION KIDS CENTER
Oleh: Sion Kids Center of Papua

SION KIDS CENTER adalah sebutan dari orang-orang yang sudah percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang mau berdiri bagi Israel. Dengan demikian kehadiran SION KIDS CENTER tidak merombak tatanan dogma atau doktrin yang dianut oleh berbagai denominasi gereja yang ada di seluruh dunia. Di dalam mengembangkan panggilan bagi Israel, SION KIDS CENTER menghindarkan diri dari baptisan ulang dan tidak mengubah penatalayanan dalam kehidupan berjemaat apalagi mendirikan gereja dan memindah-mindahkan warga jemaat ke gereja lain. Hal ini tidak dilakukan oleh SION KIDS CENTER.

Dengan demikian yang perlu diketahui adalah SION KIDS CENTER dalam kehadirannya tidak mendirikan gereja baru, melainkan hanya sebuah wadah pergerakan rohani yang menggerakkan orang-orang percaya untuk mengetahui bahwa pilihan TUHAN dan perjanjian-Nya dengan Israel adalah sesuatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari Iman kita kepada YESUS KRISTUS.

SION KIDS CENTER adalah satu istilah yang dipakai dalam memenuhi panggilan bagi Israel, yakni ANAK SION, dengan demikian SION KIDS CENTER merupakan arena berkumpulnya orang-orang yang sudah percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang memiliki panggilan Iman yang kuat dan teguh bahwa perjanjian TUHAN dengan Israel adalah panggilan yang harus ditaati dan dilaksanakan secara terus-menerus dalam kehidupan hari lepas hari.



--- The Etymology of Zion Kids Center --- ---

WHAT IS ZION KIDS CENTER
By: Sion Kids Center of Papua

ZION KIDS CENTER is the designation of those who already believe in the Lord Jesus Christ who would stand up for Israel. Thus the presence of ZION KIDS CENTER remodel order not dogma or doctrine embraced by various denominations exist around the world. In developing the call for Israel, ZION KIDS CENTER refrain from re baptism and no change in the lives of congregational stewardship moreover founded the church and move the congregation to another church. This is not done by ZION KIDS CENTER.

Thus you need to know is ZION KIDS CENTER in attendance did not establish a new church, but only a container of a spiritual movement that moves the believer to know that the choice of the Lord and His covenant with Israel is something that can not be separated from Our faith JESUS CHRIST.

ZION KIDS CENTER is a term used to meet the call for Israel, namely CHILDREN SION, ZION KIDS CENTER thus an arena gathering of people who already believe in the Lord Jesus Christ who has a strong call and unwavering faith that the Lord's covenant with Israel is calls that must be adhered to and implemented continuously in life day by day.

0 komentar:

Video

Video Mahasiswa Bergoyang



Refresing kala suasana kuliah terasa berat, otak butuh fresh, persembahan dari kawan-kawan Psikologi.

Selamat menyaksikan | Mahasiswa bergoyang
https://youtu.be/PDVwFM3aEOo
 
 

0 komentar:

Android,

Cara Buat Portal Webview Android ?


Sudah hampir seminggu ini saya masih mencari cara dan mencoba berbagai tutorial yang tersebar di om google untuk membuat portal web yang mirip seperti Babe (Bace Berita) atau aplikasi Warta Papua yang dapat ditemukan  melalui pencarian di playstore android. Bahasa pemograman yang unik dan bukan skil atau jurusan saya tetapi ada rasa ingin tahu yang besar membuat saya untuk  terus belajar  dan belajar koding.

Cara buat portal webview untuk android demikian judul yang ada diatas tetapi isi artikelnya lebih kepada siapa saja yang mencari tutorial yang sama mari kita berbagi, saya juga masih belum menemukan. Untuk membuat webview per situs, atau domain tertentu, bisa menggunakan tools-tools online antuk aplikasi android seperti Appiventor, Phonegap dan beberapa tool online lainnya.

Contoh webview yang dibuat app tool online, ada di playstore untuk situs www.PAPUAmart.com klik ini:  PAPUAmart Apps

Hasil instal di android memang masih ada kekurangan karena diatur secara otomatis oleh situs app online tersebut. Itulah yang membuat niat saya untuk mempelajari secara otodidak cara membuat aplikasi android, baik untuk portal web, maupun game dan juga aplikasi lainnya.

#Next

0 komentar:

Artikel

Apa itu Bullying?

 
Kali ini kita akan ngebahas soal bullying yang sering terjadi di sekitar kita...
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan bullying? 
Apa saja bentuk-bentuk bullying itu? 
Dimana tempat bullying bisa terjadi? 
Dan apa saja dampak-dampaknya???
Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psokologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus.
 
Bentuk-bentuk bullying antara lain seperti berikut :
  1. Bullying fisik, contohnya memukul, menjegal, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik, memelototi, dan mencuri barang.
  2. Bullying psikologis, contohnya menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain untuk mengasingkan seseorang secara soial, dan menghancurkan reputasi seseorang.
  3. Bullying verbal, contohnya menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan, keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan (exampel : "Eh ada sih pincang lewat").
Bullying  bisa terjadi di tempat-tempat berikut ini :
  1. Terjadi pada pada situasi di mana pengawasan yang kurang dari orang dewasa, seperti di kamar mandi sekolah, jalan masuk kelas, dan tempat bermain.
  2. Sering terjadi di tempat bermain daripada di kelas.
  3. Interaksi agresif (baik secara fisik maupun verbal) muncul setiap 24 menit di tempat bermain, sedangkan di dalam kelas kemunculannya sekali setiap 37 menit.
  4. Tempat bermain yang biasanya tidak diawasi oleh guru atau orang dewasa, juga sulit dideteksi karena tingginya aktivitas bermain anak-anak di lapangan dan sering dikira sebagai salah satu bentuk permainan anak-anak misalnya permainan gulat.
  5. Di dalam kelas.
 Dampak bullying secara umum :
  •  Pelaku
  1. Bullying yang terjadi pada tingkat SD dapat menjadi penyebab perilaku kekerasan pada jenjang pendidikan berikutnya.
  2. Pelaku cenderung berperilaku agresif dan terlibat dalam gank serta aktivitas kenakalan lainnya.
  3. Pelaku retan terlibat dalam kasus kriminal menginjak usia remaja.
  • Korban
  1. Memiliki masalah emosi, akademik, dan perilaku jangka panjang.
  2. Cenderung memiliki harga diri yang rendah, lebih merasa tertekan, suka menyendiri, cemas, dan tidak aman.
  3. Bullying menimbulkan berbagai masalah yang berhubungan dengan sekolah seperti tidak suka terhadap sekolah, membolos, dan drop out.
  • Saksi 
  1. Mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dan mengalami tekanan psikologis yang berat.
  2. Merasa terancam dan ketakutan akan menjadi korban selanjutnya.
  3. Dapat mengalami prestasi yang rendah di kelas karena perhatian masih terfokus pada bagaimana cara menghindari menjadi target bullying dari pada tugas akademik.
Apa saja yang dapat dilakukan oleh para guru untuk menangani kasus bullying di sekolah?
  1. Identifikasi perilaku bullying sejak dini.
  2. Fasilitas diskusi kelompok dengan siswa dan orang tua untuk membahas bullying.
  3. Capai konsensus bersama mengenai bullying dan waktu yang tepat untuk mengintervensi.
  4. Guru memberikan contoh bagi siswa untuk selalu berperilaku positif.
  5. Meningkatkan pengawasan terhadap siswa, terutama di tempat bermain.
  6. Memanajemen kelas dengan menciptakan iklim kelas yang bersahabat, pengaturan tempat duduk siswa, dan penggunaan media relaksasi di kelas.
  7. Membuat peratuan anti bullying di sekolah berdasarkan kesepakatan bersama dengan siswa dan orang tua. Peraturan anti bullying mengenai perilaku yang pantas untuk ditunjukkan siswa di sekolah. Jumlah aturan tidak terlalu banyak dan dinyatakan dalam bentuk kalimat positif, misalnya "Perlakukan semua orang dengan baik dan hormat", "Usahakan agar semua orang merasa aman dan nyaman", serta "Tolong menolong adalah hal terpuji untuk dilakukan" (astrinityas)

0 komentar:

Papua

Pro Integrasi vs Pro Merdeka di Papua

Pembentangan Bendera Merah Putih Raksasa Di Keerom, Papua | Foto : Istimewa
Situasi di Papua makin memanas suhu politiknya, gerakan pro kemerdekaan terus menggelar aksi demi dalam menggalang dukungan rakyat. Demikian pula pro integrasi, tetap melakukan bagiannya dengan membangun kesadaran bahwa Papua sudah final didalam indonesia.

Pada 1 Mei kemarin, bentuk peringatannya pun ada 2 versi yang nampak ke publik. Ada yang memperingati 53 Tahun integrasi Papua ke Indonesia atau bahasa trennya, 53 Tahun Kembalinya Papua ke Ibu Pertiwi dan ada juga bentuk peringatan sebagai Hari Aneksasi, 53 Tahun Aneksasi Indonesia atas Papua.

Ada pro ada kontra pada setiap pilihan. Ada yang mau tetap sebagai satu kesatuan dengan indonesia ada pula tuntutan untuk diakui hak kedaulatan sebagai bangsa merdeka. Semua kembali pada pilihan dan alasan dasar dari pada tuntutan tersebut dari rakyat Papua.

Sejarah, tentu saja sejarah memegang peranan penting. Bila didalam sejarah yang terjadi dimasa lalu tidak dibuka secara faktanya atau kata lain terus ditutupi mana yang benar dan mana yang salah maka sudah pasti sampai kapanpun akan tetap ada pro dan kontra menyangkut Papua.

Di Jayapura aksi mendukung kemerdekaan Papua; dari para pemuda Papua pro merdeka akhirnya ditangkap polisi, selain jayapura ada juga kota-kota lain di Papua yang berujung polisi. Di Sentani, ada aksi dari pro integrasi yang menolak kehadiran organisasi-organisasi pro merdeka bahkan bendera ikut dibakar.

Apapun yang terjadi, semoga tanah Papua tetap dalam situasi dan kondisi yang kondusif. Memang setiap orang punya hak untuk bersuara, apapun yang ingin disuarakan tetapi tetap dengan cara-cara damai dan bermartabat. Tanpa menambah luka dan penderitaan bagi rakyat dan bangsa Papua sendiri.

0 komentar: