Top Ad 728x90

Antara Rasa Iba dan Aturan

by
Beberapa hari lalu saat melintas di Jalan Gejayan, pas didekat lampu merah, ada sebuah poster besar dengan tulisan "STOP Memberikan recehan di jalan".  Memang ini aturan yang sudah berlaku dikota Yogyakarta, bahwa yang meminta-minta atau pengemis dan yang memberikan uang kepada pengemis juga ada pasalnya.  Didenda bahkan sampai penjara.

Tapi apakah langkah dan aturan aturan yang dibuat ini berhasil?

Ternyata belum begitu berhasil karena masih banyak yang meminta-minta di beberapa titik lampu merah. Ada yang masih jalan dari rumah ke rumah dan mengemis.

So bagaimana perasaan anda, jika diperhadapkan pada situasi, melihat seorang ibu menggendong anaknya lalu menjulurkan tangan meminta uang, atau nenek-nenek yang renta lalu berjalan sambil meminta-minta?
Bagi saya, kita harus melihat dari sisi aturan yang berlaku, jika benar si ibu atau nenek-nenek itu dalam kesusahan wajar untuk membantu, tetapi jika itu sudah sering dilakukan, jangan membantu. Abaikan rasa iba yang akan menambah daftar perbanyak orang-orang yang hanya menunggu dilampu merah atau jalan dari rumah ke rumah. Bantulah sesuai dengan apa yang telah diatur pemerintah.

A photo posted by P. G Hegemur (@bisapapua) on
Hasil foto bisa dilihat diatas

Semangat Itu Harus Dijaga

by
 
Seminggu yang lalu masih bersemangat untuk mengikuti. Bangun pagi sudah siap-siap lihat jadwal dan ke kampus ikut UTS. Sorenya ikut kursus bahasa inggris, dan itu sudah menjadi rutinitas dalam bulan ini. Namun masuk minggu terakhir ini, ada perubahan, UTS sudah selesai tetapi kursus masih berlanjut. Sudah beberapa pertemuan saya hadir terlambat. Bahkan untuk hari sabtu kemarin, 23 April tidak hadir. Ditambah hari ini, minggu 24 April 2016.

Hari ini agendanya hunting bule, kumpul di office Rumah Inggris Jogja lalu kesana. Informasi mengenai hunting bule ini sudah diberitahu oleh pihak RIJ pada pertemuan hari jumat, lalu sabtunya menurut info dari teman via WA yang hadir hanya dua. Teman-teman yang kelas A yang lain tidak hadir. Saya kira, hanya saya saja yang jadi down, alias tidak begitu semangat untuk hadir ternyata ada beberapa teman lain juga. Mungkin karena kesibukan ataupun aktivitas kampus jadi begitu

Materi kursus yang telah saya dan rekan-rekan dapat yaitu, Pronunciation dan Grammar, sedangkan speaking akan mulai dalam minggu ini. Karena itu sesuai dengan program dalam memperingati HUT, 3 Program dijadikan satu paket. Total peserta hampir 50an, dibagi dalam beberapa kelas dan saya dapatnya di kelas A.

Kembali pada apa dan kenapa semangat saya mulai drop, yang pasti ada beberapa alasan hingga jadi begini. Alasan-alasan ini bukan pernghalang dan sebenarnya menjadi motivasi saya untuk mengejar ketertinggalan. Tapi apalah daya, setiap manusia punya batasan dalam diri, tidak semua yang diharapkan dapat berjalan mulus sesuai impiannya.

Tulisan ini sebagai sebuah bentuk memacu kembali semangat untuk melawan halangan dan rintangan terhadap niat saya dalam belajar berbagai hal termasuk dalam belajar menguasai  bahasa asing, terutama bahasa inggris.

*Harus Optimis, Mengejar Ketertinggalan
Pasti Bisa

Jangan Tertipu Kartini

by

Awas Kartini-sasi

21 April bagi kaum hawa di negeri ini tentu saja merupakan hari yang istimewa. Karena pada tanggal tersebutlah salah seorang putri “kebanggan” Indonesia dilahirkan di bumi Jepara, Jawa Tengah. Raden Ajeng Kartini (1879-1904) namanya. Sebagai salah satu anak manusia yang pernah mengenyam bangku sekolah di negeri ini tentunya saya juga menaruh rasa hormat yang dalam kepada sosok wanita yang oleh masyarakat kadung dianggap sebagai figure teladan perempuan pejuang dan tokoh emansipasi wanita ini. Hal itu memang sudah terdoktrinkan secara sistematis ke dalam otak saya dan juga kepada jutaan alumni sekolah di republik tercinta ini bahwa memang demikianlah sosok harum Kartini. Namun setelah Liang Pikir saya (baca: Otak) perlahan beranjak dewasa, kini saya mulai sadar bahwa Kartini ternyata tak se-sakral itu. Dan kini saya juga tertarik tuk meng-kritisi sosok Putri Kebanggan Indonesia ini, secara Objektif tentunya.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada sang “Putri Yang Mulia” (Sebutan beliau dalam salah satu lirik lagu nasional Ibu Kita Kartini), izinkanlah saya mengungkapkan beberapa kegundahan yang mengganjal di benak saya tentang Raden Ajeng Kartini ini.



Pertama-tama bolehlah saya cuplikkan beberapa lirik dalam Lagu Ibu Kita Kartini yang juga bisa menjadi renungan kita bersama. Berikut beberapa petikan lirik lagu “Sakral” tersebut yang masih saya ingat :
Ibu Kita Kartini//
Putri sejati//
Putri Indonesia//
Harum namanya//
Wahai ibu kita Kartini//
Putri yang mulia//
Sungguh besar cita-citanya//
Bagi Indonesia//
Dalam lirik lagu tersebut nampak jelas begitu terpujinya Kartini ini. Terbukti dengan diproklamirkannya penyebutan putri yang mulia pada beliau. Dan ada lagi satu bait dalam lirik lagu tersbut yang juga dapat kita kritisi bersama, yaitu pada kata”Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia.”
Sebenarnya apakah gerangan cita-cita besar Kartini yang oleh banyak orang disebut sebagai cita-cita yang mulia itu. Jawabannya konon adalah perjuangan mengenai emansipasi dan kesetaraan Gender. Untuk membahas masalah ini (Emansipasi dan Kesetaraan Gender) sungguh membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan tentunya akan selalu menimbulkan Pro dan Kontra setelahnya. Maka dalam seduhan (tulisan) ini saya mencoba mengambil sisi lain yang juga layak tuk dicermati. Yaitu mengenai kelayakan Kartini menyandang gelar Tokoh Emansipasi sehingga dijadikan Inspirator dan simbol sakral para wanita di negeri ini hingga hari ini.


Kisah “Mini” Kartini
 Nama Kartini sebenarnya baru meledak sedemikian tenar pasca diterbitkannya kumpulan surat-menyuratnya (Korespondensi) dengan para Nonik Belanda. Kumpulan surat yang diberi judul ”Door Duisternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang) itu sendiri diterbitkan 14 tahun setelah kematiannya. Dan inilah yang patut digaris bawahi, penerbitnya adalah Belanda sang penjajah negeri ini. Menjadi menarik jika kita cermati apakah gerangan maksud Belanda di balik semua itu. Mengapa kita patut curiga dengan maksud negeri yang tlah mengeruk kekayaan perut Indonesia selama 3,5 Abad ini. Karena tidak mungkin negara yang tabiatnya adalah penjajah melakukannya dengan tanpa tujuan yang besar di baliknya. Belanda boleh saja tak menjajah Indonesia lagi secara fisik namun haram bagi mereka jika melepaskan Indonesia secara cuma-cuma karena negara inilah (baca: Indonesia) yang telah menghidupi negeri Kincir Angin tersebut selama 350 Tahun. Pengkultusan Kartini adalah salah satu buah manis yang dihasilkan dari penanaman benih sejarah oleh Belanda melalui diterbitkannya buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Melalui buku itu Belanda ingin mendoktrin otak-otak generasi Indonesia selanjutnya (utamanya wanitanya) agar mempelajari sosok Kartini dan meniru serta melanjutkan ide-ide Kartini yang tentunya telah dipoles sedemikian rupa oleh Belanda. Jika kita berfikir lebih jernih, mengapa hanya Kartini saja tokoh wanita yang di Blow-Up sebegitu besarnya dalam sejarah yang dikonstruksi oleh Belanda?
Bukankah di negeri ini dahulu juga banyak tokoh wanita yang juga tak kalah dengan Kartini dan bahkan lebih hebat dan besar jasanya bagi bangsa ini daripada Kartini. Jika Kartini hanya berkutat pada ide-ide dan diskusi dengan para Tokoh Belanda melalui surat-menyurat, maka masih lebih hebat Dewi Sartika (1884-1947) yang tidak hanya sekedar berwacana tentang pendidikan kaum wanita, namun juga mendirikan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Kemudian ada lagi Rohana Kudus yang menyebarkan ide-idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan). Apalagi dengan Cut Nyak Dhien yang merupakan sosok wanita pejuang yang sangat tangguh hingga membuat Belanda sangat merasa terancam dengan pengaruh wanita yang satu ini di tengah-tengah masyarakat Aceh kala itu. Beliau berjuang bahkan dengan mengangkat senjata bahu-membahu hingga akhir nafasnya bersama sang suami, Teuku Umar. Nah, bandingkan dengan Kartini. Sungguh mereka lebih hebat daripada Kartini yang masih berkutat pada wilayah ide-ide dan cita-cita saja. Contohnya adalah Rohana Kudus yang sangat kenyang dalam merasakan tekanan pihak penjajah Belanda. Terbukti dengan sering dibredelnya media massa yang dipimpinnya oleh Belanda kala itu. Cut Nyak Dhien, jangan tanya lagi, meski seorang perempuan namun Belanda menganggapnya sama berbahayanya dengan para pejuang laki-laki. Jiwa, harta dan segala miliknya adalah sesuatu yang sungguh sangat ingin dimatikan oleh Belanda. Lantas mengapa hanya Kartini yang dielu-elukan hari ini.


Awas Proyek Kartini-sasi
Di balik Kartini
Di balik Kartini

Mengapa hanya Kartini sosok wanita yang hingga kini dikultuskan sebagai Tokoh Inspirator bagi para kaum hawa di negeri ini. Hal ini nampaknya tak lain adalah merupakan sisa-sisa proyek Belanda yang ingin meracuni otak anak-anak Indonesia melalui pembelokkan sejarah yang dibentuknya. Ingat, Kartini mulai melejit namanya pasca diterbitkannya kumpulan surat-menyuratnya oleh Belanda. Kartini lebih disukai Belanda karena tidak membahayakan kepentingan Belanda. Karena tidak ada gerakan nyata darinya yang memberi pengaruh luas pada masyarakatnya kala itu. Kartini adalah anak priyayi alias dari kalangan ningrat yang pergaulannya sangat terbatas, hingga tak mungkin baginya bergaul dengan rakyat jelata, karena kala itu masih berlaku sistem Kasta Sosial. Maka wajar saja jika Harsja W. Bahtiar dalam artikel berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita” yang terangkum dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4) melakukan gugatan terhadap penokohan Kartini. Harsja W. Bahtiar menilai bahwa selama ini kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia sebenarnya lebih kepada konstruk (bentukan) orang-orang Belanda.
Jika tokoh-tokoh Muslimah seperti Dewi Sartika, Rohana Kudus, Cut Nyak Dhien dan masih banyak tokoh wanita hebat lain tidak diangkat sejarahnya seperti yang dilakukan Belanda kepada Kartini maka itu sangat beralasan. Karena Belanda memiliki beberapa alasan penting, diantaranya adalah :
  • Cut Nyak Dhien, Rohana Kudus,  dan Dewi Sartika selain merupakan para sosok wanita yang sumbangsih nyata-nya sangat besar bagi masyarakat dan bangsa, mereka juga adalah figur Muslimah yang taat dan Belanda sangat takut akan hal itu. Karena menurut pendapat Snouck Hurgonje (Orientalis kesohor) yang merupakan tokoh yang pendapatnya sangat mempengaruhi Belanda dalam mengambil tiap kebijakan bagi daerah jajahannya pernah mengatakan bahwa golongan yang paling keras terhadap Belanda adalah Islam. Nah jika para wanita Islam dan generasi penerusnya mewarisi semangat dan karya para tokoh muslimah seperti Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika dan Rohana Kudus maka dapat dipastikan Belanda tidak akan bisa bertahan lama tuk terus mencengkram Indonesia. Apalagi jika wanita Muslimah itu berpendidikan dan memiliki semangat belajar dan mengamalkan ilmunya seperti Dewi Sartika dan Rohana Kudus yang berjuang melalui jalur pendidikan bagi masyarakat, tentunya akan membuat Belanda semakin sulit menggenggam Indonesia lebih lama lagi. Hal ini berbeda dengan Kartini yang paham ke-Islamannya kala itu masih rendah dan cenderung berpaham Pluralisme alias menyamaratakan semua agama yang tentunya daya militansi “Pemberontakannya” tidak keras dan cenderung jinak. Ingat, Kartini baru tertarik mendalami Islam lebih dalam hanya sebentar saja di saat akhir hidupnya dimana kala itu beliau banyak mengaji kepada Kyai Sholeh Darat dari Semarang. Berikut salah satu isi suratnya yang nampak jelas menggambarkan bahwa agama dalam benaknya tak lain hanya sekedar hal sepele belaka,”Kami bernama orang Islam karena kami keturunan orang-orang Islam, dan kami adalah orang-orang Islam hanya pada sebutan belaka, tidak lebih. Tuhan, Allah, bagi kami adalah seruan, adalah seruan,adalah bunyi tanpa makna.” (Surat Kartini Kepada E.C Abendanon, 15 Agustus 1902)
  • Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika dan Rohana Kudus sangat anti penjajah Belanda dan sangat gigih melawan mereka dalam bidang masing-masing. Berbeda dengan Kartini yang pergaulannya agak eksklusive   yaitu dengan para tokoh Belanda meski lewat korespondensi (surat-menyurat). Selain itu Kartini juga nampaknya amat kagum dengan negeri Belanda sang penjajah negaranya. Terbukti dengan cita-citanya yang sangat ingin belajar ke Belanda. Seperti yang tertuang dalam suratnya yang berbunyi,“Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland (Belanda), karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yang telah aku pilih” (kepada Ny. Ovinksoer, 1900).
Bandingkan dengan Cut Nyak Dhien yang tak mau berkompromi dan sangat membenci Belanda. Sungguh inilah nampaknya juga yang menjadi salah satu alasan mengapa Kartini sangat di-anak emas-kan oleh Belanda sehingga sejarah mengenai dirinya begitu agung, meski sesungguhnya dia tak layak untuk itu. Maka dari sini kita dapat menarik sebuah benang merah mengapa kini hanya Kartini yang sejarahnya begitu gencar dipublikasikan dan bahkan hari kelahiranya sering diperingati secara meriah mulai dari pemakaian Kebaya oleh para wanita negeri ini di hari tersebut hingga kegiatan-kegiatan seremonial lainnya. Padahal jika boleh dikata tokoh ini masih dalam tahap bercita-cita serta bermimpi dan belum bergerak secara nyata dan sumbangsihnya bagi masyarakatnya kala itu juga tidak terlalu mencolok. Lantas mengapa justru Kartini yang diagung-agungkan sebagai Putri Indonesia yang mulia dan membanggakan? Ah nampaknya kita memang lebih senang kepada tokoh yang koar-koarnya dan ucapannya indah meski tindakannya belum nyata ada (No Action Talk Only). Sama seperti kasus penganugerahan Nobel Perdamaian bagi Obama yang banyak dikritik oleh banyak masyarakat dunia karena sebenarnya dia tidak layak untuk itu sebab Obama –menurut mereka- hanya pandai berpidato namun Actionnya jauh dari apa yang diharapkan.

So, jika hingga hari ini Kartini masih dikultuskan sedemikian rupa, itu adalah hasil rekayasa manis pihak-pihak tertentu yang ingin terus membelokkan sejarah bangsa ini yang Shahih dan asli. Belanda dan pihak-pihak yang berkepentingan mencengkeram Indonesia ingin agar generasi baru Indonesia, terutama wanitanya,supaya menjadi seperti Kartini yang jinak pada Barat, dan paham keagamaannya Pluralis alias tidak fanatik dan taat pada agamanya. Mengapa demikian? Karena Islam adalah musuh yang sangat ditakuti Barat/penjajah (seperti kata Snouck Hurgonje). Dan jika semua itu berjalan sesuai Proyek mereka, maka bangsa Indonesia ini akan tetap mudah mereka kontrol.
Jadi kesimpulan yang dapat kita tarik dari pembahasan ini adalah, ternyata jikalau kita dapat berpikir secara akal sehat  maka kita akan dengan sangat yakin tuk mengatakan bahwa masih lebih layak Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, Rohana Kudus dan tokoh-tokoh wanita pejuang lainnya yang Actionnya bagi bangsa ini telah terbukti nyata ada dan bukan hanya sekedar cita-cita/mimpi/dan Talk Only belaka yang dapat dianggap sebagai wanita pejuang dan Inspirator sejati bagi wanita. Karena kita sebenarnya lebih butuh action nyata dari seorang manusia yang ditokohkan dan bukan hanya sekedar omongan belaka. Jika hanya karena memiliki cita-cita yang besar bagi Indonesia Kartini tlah dicap sebagai Putri Indonesia yang sejati nan mulia (seperti dalam lirik lagu di atas), lantas apa gelar yang layak disematkan kepada tokoh-tokoh wanita pejuang yang tidak hanya bercita-cita namun telah berkarya dan bergerak nyata bagi bangsa ini??? toh kalau hanya bercita-cita saja seperti Kartini, maka saya, anda dan semua rakyat negeri ini juga bisa, kan?
Sekarang terserah anda bagaimana menilai Kartini. Apakah memang masih sebegitu agungkah Kartini?

Talk Less Do More, Dont Talk More Do Less like …???

Wallahu A’lam. (MS)
Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena (senyapena@gmail.com)
Diseduh Di      : Senyapandaan

Referensi Terkait :
http://www.voa-islam.com/counter/liberalism/2011/04/20/5268/ra-kartini-dan-pengaruh-pemikiran-yahudi-theosofi-pluralisme/
http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/surat-surat-pluralisme-kartini.htm
https://musyafucino.wordpress.com/2011/04/20/jangan-tertipu-kartini/

Cara Tambahan Amankan akun Facebook

by
Berikut beberapa cara untuk mengamankan akun Facebook anda dari tangan-tangan jahil yang menggunakan auto reject maupun spammer untuk mengambil alih akun Anda.

Yang sangat penting anda perhatikan selalu memeriksa akun email anda.
Bila anda jarang membuka akun email anda kemungkinan ada pemberitahuan masuk tentang adanya akun yang mencoba mengakses akun Anda.

Berikut ini beberapa tips tambahan untuk mengamankan akun Facebook.
1. Nomor HP ditambahkan di dalam Facebook
2. Memakai kata sandi yang rumit terdiri dari karakter huruf dan angka.
3. pengaturan profil pribadi hanya dilihat oleh teman bukan publik.
4. Bila ditandai di dalam sebuah link palsu yang yang gambar tumbal s nya itu porno waspadalah karena itu cara untuk menjebak akun Anda agar anda mengklik dan mengirimkan email dan password anda kepada si penanda tersebut.
5. Hapus Teman jika teman tersebut telah terinfeksi atau terkena dari auto spammer tadi.
6. Selalu aktif Memantau perkembangan Facebook dan juga Sisi dan celah dari keamanan akun pribadi.
demikian tips tambahan untuk keamanan akun Anda dari auto hacker.

tulisan singkat ini menggunakan fasilitas Write SMS by voice

Daftar Nama Kabupaten di Papua

by
Daftar nama-nama kota dan kabupaten di Provinsi Papua.  Saat ini jumlah kabupaten yang ada di Papua adalah 28 Kabupaten, dan jumlah kota yang ada di Papua adalah 1 Kota.  Provinsi Papua adalah sebuah provinsi beribukota di Jayapura.

I. Daftar Kabupaten yang Ada di Provinsi Papua :

1. Kabupaten Asmat (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Agats)
2. Kabupaten Biak Numfor (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Biak)
3. Kabupaten Boven Digoel (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Tanah Merah)
4. Kabupaten Deiyai (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Tigi)
5. Kabupaten Dogiyai (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kigamani)
6. Kabupaten Intan Jaya (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Sugapa)
7. Kabupaten Jayapura (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Sentani)
8. Kabupaten Jayawijaya (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Wamena)
9. Kabupaten Keerom (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Waris)
10. Kabupaten Kepulauan Yapen (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Serui)
11. Kabupaten Lanny Jaya (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Tiom)
12. Kabupaten Mamberamo Raya (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Burmeso)
13. Kabupaten Mamberamo Tengah (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kobakma)
14. Kabupaten Mappi (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kepi)
15. Kabupaten Merauke (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Merauke)
16. Kabupaten Mimika (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Timika)
17. Kabupaten Nabire (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Nabire)
18. Kabupaten Nduga (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kenyam)
19. Kabupaten Paniai (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Enarotali)
20. Kabupaten Pegunungan Bintang (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Oksibil)
21. Kabupaten Puncak (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Ilaga)
22. Kabupaten Puncak Jaya (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kotamulia)
23. Kabupaten Sarmi (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Sarmi)
24. Kabupaten Supiori (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Sorendiweri)
25. Kabupaten Tolikara (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Karubaga)
26. Kabupaten Waropen (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Botawa)
27. Kabupaten Yahukimo (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Sumohai)
28. Kabupaten Yalimo (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Elelim)

II. Daftar Kota yang Ada di Provinsi Papua :
1. Kota Jayapura

Daftar Kabupaten di Papua Barat

by
Daftar nama-nama kota dan kabupaten di Provinsi Papua Barat.  Saat ini jumlah kabupaten yang ada di Papua Barat adalah 12 Kabupaten, dan jumlah kota yang ada di Papua Barat adalah 1 Kota.
Provinsi Papua Barat adalah sebuah provinsi dengan beribukota di Manokwari.





I. Daftar Kabupaten yang Ada di Provinsi Papua Barat (Pabar) :

1. Kabupaten Fakfak (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Fakfak)
2. Kabupaten Kaimana (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kaimana)
3. Kabupaten Manokwari (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Manokwari)
4. Kabupaten Manokwari Selatan (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Ransiki)
5. Kabupaten Maybrat (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Kumurkek)
6. Kabupaten Pegunungan Arfak (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Anggi)
7. Kabupaten Raja Ampat (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Waisai)
8. Kabupaten Sorong (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Aimas)
9. Kabupaten Sorong Selatan (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Teminabuan)
10. Kabupaten Tambrauw (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Fef)
11. Kabupaten Teluk Bintuni (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Bintuni)
12. Kabupaten Teluk Wondama (Pusat Pemerintahan / Ibu Kota : Rasiei)

II. Daftar Kota yang Ada di Provinsi Papua Barat :

1. Kota Sorong

 Dari berbagai sumber

Tulisan Singkat tentang Papua

by

Banyak yang masih melihat orang Papua seakan tidak mampu, masih butuh dibimbing dan diajarkan segala macam, padahal faktanya Orang Papua sudah bisa segalanya sejak dunia diciptakan.

Orang Papua mengalami peningkatan dalam berbagai aspek, baik secara politik, ekonomi, budaya dan aspek lainnya.
Orang Papua pada masa lalu bahkan telah memetakan setiap kepunyaan wilayah tanpa ada yang saling merampas. Atau saling menghancurkan untuk menguasai hak tanah milik orang lain.

Apa yang terjadi saat ini ? Kehadiran berbagai bangsa di  Papua makin mempersempit ruang orang Papua dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya luhurnya. Alasan perkembangan, agar tidak dianggap ketinggalan zaman dan sebagainya memicu pembukaan lahan-lahan perkebunan untuk sawah maupun sawit. Pengeboran perut bumi Papua pun terus terjadi, perusahaan raksasa seperti PT. Freeport juga LNG Tangguh dan berbagai perusahaan kayu yang ikut mempercepat kerusakan alam Papua.

Orang Papua tersisih dalam beberapa aspek, tetapi bukan berarti kemudian hilang. Karena pada kenyataannya banyak bermunculan juga orang-orang Papua yang hebat-hebat yang bisa dipercaya untuk memimpin, baik di tingkat pusat seperti menteri, staf presiden dan juga bidang-bidang lainnya.


Musim, Syukuri Saja Yang Terjadi

by

Panas terik menyengat pasti mengeluh begitu pula ketika hujan mulai turun pasti ada keluhan. Namanya juga manusia tak pernah berhenti untuk mengeluh. Itu wajar tetapi bisa jadi kurang ajar kalau diperbiasakan.

Harusnya kita bersyukur berada diwilayah yang mendapatkan musim berbeda dengan wilayah lain dibumi ini.
Hujan turun untuk membersihkan bumi, hujan turun untuk menyapu segala macam bentuk kotoran yang diciptakan oleh manusia.

Dibelahan bumi yang lain ada yang bahkan tidak mendapatkan hujan hampir berbulan bahkan bertahun tahun. Mereka masih bersyukur diberi air dari dalam bumi.

Belajar untuk lebih banyak-banyak bersyukur, disetiap peristiwa didalam hidup.Sama seperti musim., ada musim hujan yang akan berganti dan kembali berganti lagi. Antara mengeluh dan berdiam syukuri saja, tetapi, silahkan memilih. Bagi saya, hal terpenting adalah mensyukuri segalanya.

Dibawah ini video saat terjebak hujan di area Babarsari, tepatnya depan warnet Iluzion


Generasi Digital

by
Ilustrasi - google
 Zaman semakin berkembang. Kemajuan yang begitu pesat memaksa banyak orang yang mau tak mau harus menyesuaikan dengan perkembangan itu. Hal paling nyata yang dapat kita lihat adalah perkembangan dibidang penggunaan handphone, dengan beragam aplikasinya. HP demikian trennya sudah menjadi suatu kewajiban untuk dimiiliki. Tak pandang ia anak usia berapa tahun. Lalu mode atau merek hp pun beragam.
Bagi anak-anak yang hanya pakai untuk informasi, telp atau sms akan memakai hp biasa tanpa fasilitas tambahan.

Berbeda dengan beberapa anak lagi yang bahkan diberikan oleh ortunya hp yang sudah semakin canggih. Alasan paling klasik agar anaknya pintar teknologi. Biar dia main game di hp saja, tanppa bermain jauh keluar rumah. Hahaha hanya senyum senyam melihat pernyataan dan kenyataan seperti  ini.
Justru semakin canggih gadget yang diberikan semakin membuat otak anak maju disatu sisi tetapi lemah disisi lainnya. Parahnya lagi keterganggantungan pada penggunaan hp. Sehari tanpa hp atau hp rusak, sudah pasti perang dunia kedua terjadi.

Aplikasi lainnya yang ada didalam hp selain game seperti medsos, facebook, twitter, instagram juga akan menjadi suatu keharusan untuk dibuat akunnya.  Masih Sekolah Dasar, sudah minta dibuatkan email untuk daftar facebok, twitter, instagram. Memang membatasi itu penting bila dibarengi dengan memberi alasan yang tepat sesuai dengan fungsi dan kegunaan dari medsos tersebut.

Minggu Tetap Ujian

by
Kuliah dihari biasapun tetap sama, hari minggu juga masuk kuliah. Sempat saya tanyakan pada beberapa teman juga tetapi semua memang punya pertanyaan yang sama. Tetapi sayangnya pertanyaan itu tidak pernah ditanyakan langsung pada pihak universitas.

Saya juga pikir biarlah jalani saja, disini minoritas so harus menyesuaikan yang mayoritas. Bukan berarti saya berpikir tentang membedakan antar agama tetapi yang saya pilir adalah bagaimana apa yang sudah diatur tetap berjalan seauai yang dijadwalkan.

Minggu minggu awal saya sempat terlambat masuk pagi, kuliah jam 08.00 wib. Dari ringroad utara dengan busway hampir 30menit. Saat tiba dikampus perkuliahan sudah hampir selesai.

Hari ini minggu 17 April 2016 baru saja ikut UTS, saat yang lain pergi ibadah, saya dan teman-teman yang sama ikut proses ujian.

Bangun pagi pukul 07.00 Wib lalu bersiap-siap ke kampus biar tidak terlambat ikuti ujian. Didepan kompleks Ringroad Utara saya tunggu bus cukup lama belum juga datang. Lalu melangkah pelan ke Shelter, ada sebuah motor melintas ternyata ojek. Akhirnya dengan ojek dipertengahan berpapasan dengan Mama dan mace An yang baru pulang ibadah.

Puji Tuhan ibadah sudah beberapa minggu tidak saya ikuyi. Tetapi bukan berarti iman saya hilang. Saya tetap percaya pada sang Kuasa, Tuhan Yesus.

Minoritas ditengah mayoritas
Harus tetap optimis

#Semoga

Jangan Memilih, Lakukan Saja

by
www.kaospapua.biz
Dalam kehidupan  kita kadang beragam pilihan muncul dihadapan, tinggal memilih mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang tidak dilakukan.  Semakin banyak pilihan semakin membuat kita sulit menetukan. Pilihan-pilihan itu sesuai dengan skill atau kemampuan yang kita miliki. Memang ada batasan ketika apa yang bisa kita lakukan dibatasi oleh peralatan.

Contohnya dari awal saya tiba dikota ini, ketertarikan pada berbagai bahasa program muncul, bagaimana membuat blogger, bagaimana mengupload video ke youtube, bagaimana mengedit gambar di photoshop dan sebagainya.

Pilihan untuk belajar ini dan itu dengan harapan supaya tau, tidak harus sampai menjadi ahli. Setidaknya cara menggunakan dan membuat sesuatu dengan program itu saya tahu dan bisa. Dari belajar photoshop, sudah beberapa kali membuat spanduk, sudah buat untuk poster dan juga untuk gambar kalender. Bahkan untuk desain tulisan untuk dipasang di kaos.

Dari belajar tentang blogger, saya jadi suka mendesain sendiri tampilan blog saya, memang bukan desain 100 % tapi untuk mempercantik dan menambah acesorisnya. Begitu pula youtube untuk isi video, webpicasa untuk simpan foto dan lainnya.
Akhir-akhir ini saya baru menyadari bahwa apapun pilihan jika itu kesempatan buat saya, tak perlu untuk ragu, haru berani untuk ambil bagian. Jangan memilih, tetapi lakukan saja jika itu terbaik dan bermanfaat baik untuk pribadi maupun untuk kita bersama.

#Semoga

Berawal Dari Materi, Harus Bisa

by
Harusnya dari beberapa tahun lalu ikut kursus  bahasa inggris sehingga tidak ketinggalan. Sekarang baru sa rasakan ketika materi materi mata kuliah teknik mesin beberapa buku itu bahasa inggris. Sulit sekali sudah begitu tidak ada dalam format yang sudah diubah ke bahasa indonesia. Itu menjadi salahsatu alasan saya harus ikut les bahasa.

Alasan lainnya adalah bahasa inggris adalah bahasa pergaulan international digunakan di semua negara.
seandainya suatu waktu bertemu orang asing pasti bisa cepat tahu asal dan tujuan jika bahasa inggris di kuasai.

Pernah suatu ketika di Kapal dalam perjalan pulang saya dengan seorang teman bertemu sepasang suami istri bule asal belanda. Teman saya dengan bahsa inggris yang fasih ajak cerita dan kelihatannya asik sekali. Saya juga tak mau kalah, walaupun keterbatasan penguasaan setidaknya tau sedikit-sedikit seperti where you from, mau kemana dan turunnya dimana. Dari dari negara mana dan sebagainya. Setidaknya saat itu saya menggunakan bahasa inggris patah-patah.
Akhir bulan maret dapat informasi dari media Facebook ada promo dari Rumah Inggris Jogja. Setelah tanya-tanya akhirnya saya dengan satu teman saya datangi kantornya untuk daftar dan ikut kursus Bahasa inggris.

Ini hari ke 4 ikut materi pendidikan bahasa inggris. Saya di kelas A sementara teman saya si Ruslan di kelas C. Yang saya lihat Miss dan Mr di Rumah Inggris Jogja orangnya ramah-ramah. Jadi asik untuk terus belajar di Rumah Inggris Jogja.

Target saya setelah ikut kursus di RIJ harus bisa.

Jangan salahkan aku!

by
Cinta,  aku memilihmu
Bukan terpaksa dengan keadaan
Bukan juga hal lain darimu
Pilihan hati bukan dari mata
Kau kupilih dan pastikan kau tetap untukku

Waktu berlalu akankah selisih pudarkan cinta?
Tidak juga hanya butuh sedikit ruang
Bukan terkekang, kita harus saling berbagi
Mengisi setiap hari dan hati
Tanpa ambisi pribadi, kita satu

Jangan salahkan aku!
Bila sikapku, caraku tak bisa manjakan dirimu
Bila kadang ucapanku sakiti hatimu
Bila kadang kau kuabaikan
Ketahuilah telah, ku patri dalam hati
Kau segalanya, untuk selamanya

For my love Dolorosa A.M. G

MEHAK : Mengapa Harus Aku

by

Mehak berasal dari bahasa Iha di Kabupaten Fakfak.
Mehak sendiri punya arti ampas tetapi lebih tren kepada ampas kopi. Karena keseringan dipakai untuk sebut kopi jadilah artian mehak hari ini adalah kopi.
Setiap acara acara baik adat maupun acara apa saja pasti ada hidangan mehak ciri khas Fakfak.
Kopi 2cm disajikan dalam mangkok ukuran kecil. Tidak seperti didaerah lain dengan gelas besar.


Mehak jadi tren dengan kepanjangan yang nyeleneh, "Mengapa Harus Aku" pada kaos hasil sablonan seperti dimuat contohnya dapat dilihat di www.kaospapua.biz
Banyak yang suka sàat tulisan mehak dibuat dalam kaos.
Ini saat pembuatan sablon kaos yang diupload di akun youtube.com :

Belajar Bahasa di Rumah Inggris Jogja

by
Ikut kursus bahasa inggris di Rumah Inggris Jogja
Saya dengan seorang kawan saya, Ruslan namanya ikut ambil bagian dalam kursus disini. 


Senin, 11 April 2015 sehabis UTS pagi dilanjutkan sorenya ke tempat kursus, sampai disana terlambat beberapa menit tapi tetap mengikuti. Asik ternyata belahqr bahasa di RIJ semoga cepat menguasai, itu tekadku.

Tidak Ada Dispensasi

by

Sudah hampir seminggu setiap kali ke kampus,  sudah dipajang dibeberapa sudut kampus, banner atau spanduk berukurang 3 x 1 meter dengan tulisan utama sebagai inti pesan Tidak Ada Dispensasi. Ini minggu akhir sebelum memasuki ujian tengah semester (UTS) di Universitas Proklamasi 45.

Spanduk ini  ada yang di parkiran, ada yang dipajang di pojok kampus, diatas gedung  B, targetnya jelas, setiap arah pandang mahasiswa dapat  melihat, dan Pesan ini jelas ditujukan bagi semua mahasiswa tanpa terkecuali.

Dari isu-isu yang beredar bahkan sikap kampus makin ketat, ada banyak mahasiswa yang cuti untuk semester  ini karena tidak membayar SPP tetap untuk registrasi diawal dan kemudian SPP variable.

Sejauh ini dalam pengamatan dan sikap serta pilihan saya adalah mendukung setiap kebijakan kampus, dalam batas dan toleransi. Artinya jika aturan sudah demikian, wajib untuk dijalankan sesuai aturan itu, walaupun salah saturesikonya adalah banyak mahasisa yang kena dampak dari kebijakan tersebut.

Demi kemajuan  pendidikan di universitas 45,  hak dan kewajiban akhirnya harus selaras dan seimbang.

Segelas Kopi Mencari Inspirasi

by
Naik dan turun keinginan untuk menulis, mau mulai dari mana, padahal pikiran menerawang jauh meleati batas pandangan. Ada beberapa hal yang telah terlewati mulai dari bangun di pagi hari, aktivitas pagi berlanjut ke rutinitas, siang menunggu masuk ke kampus dan seterusnya. Berulang dihari selanjutnya.
Malam ini masih sama, dingin tapi tidka menusuk, gerimis tapi hanya mentitik tak deras. Bintang yang munculpun hanya beberapa butir saat kulihat diatas sana.

Apa dan apa, kucari, kurangkai untuk menjadi sebuah tulisan singkat yang enak dibaca. Tidak mudah, kadang satu paragraf sudah tertulis dihapus lagi dan dihapus lagi. Padahal segelas kopi hampir habis, tulisan belum mencapai dan mewaikili pikiran yang lagi sendiri. Tambah kopi biar lancar, yang terjadi malah mata melotot melewati batas waktu untuk tidur. Tekadku malam ini tidak, segelas kopi ini harus bisa untuk kembalikan stamina, buktikan bahwa kopi yang diminu bukan sekedar minuman biasa, tetapi pengencer dan penambah daya memori, imajinasi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Minimal tulisan bisa selesai, walaupun antara judul dan isi bukan suatu kesatuan utuh.

Mengepul asap rokok, racun yang masih kunikmati hingga saat ini. Padahal pernah aku bertekad untuk berhenti dari ketergantungan pada rokok. Sulit? tidak juga, mudah? tetap saja sulit. Bahkan pernah ikut terapi untuk berhenti merokok namun bertahan hanya 3 hari. Setelah itu kambuh lagi, tanpa rokok dan kopi ibarat motor tanpa bensin. hahahaha yah yang penting hampir miriplah.

Lagi fokus menulis hp ibu yang lagi di chas berdering, kirain dari keluarga yang telpon, ternyata salah sambung. Entah siapa yang punya nomor sama hingga bisa masuk ke nomor hp ini. Sedikit hilang arah, memaksa kembali berputar, yang terlintas harus tertulis. Yang belum termuat harus tercatat. Bunyi suara mesin, pompa air yang bising juga mengganggu kosentrasi, tapi tak jadi masalah yang penting kopi masih ada, koneksi masih lancar, internet stabil. Tulisan tak beraturan, inspirasi pas pasan dari segelas kopi harus terpublikasikan.

*

Periode Kedua, Bupati Fakfak

by

Fakfak akhirnya punya pemimpin, Bupati yang baru dilantik beberapa pekan lalu. Pada periode pertama Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Fakfak adalah Drs.Mohamad Uswanas, M.Si dan Drs, Donatus Nimbitkendik, MTP, kemudian Pak Mocha sapaan akrabnya pak bupati terpilih mencalonkan diri kembali dengan wakilnya Ir.A. Sopaheluwakan, M.Si.


Tentunya kita semua tahu bahwa, Fakfak kota kecil tetapi suhu politiknya begitu tinggi. Persoalan pilkada hampir-hampir saja merenggut tali kasih hanya karena beda pilihan. Persoalan politik menjadi konsumsi asyarakat luas, baik diperkotaan hingga di kampung-kampung. asing-masing enjahokan pilihannya. Itu bagus, suatu fenomena dialam demokrasi yang mantap, tetapi sangat disayangkan bila aspek kekeluargaan yang harmonis harus terkikis. Tapi sudah, itu semua sudah berlalu, mungkin ada sedikit kekecewaan dan sebagainya tetapi biarlah itu wajar. Persaudaraan harus tetap dilestarikan sebagaimana pesan para leluhur. 

Harapan baru pada pemimpin yang sama, yang pernah memimpinn di periode sebelumnya, saya tidak bermaksud menjelekan atau juga memuji karena sayapun tidak ambil bagian dalam proses pemilihan itu, tetapi ketika rakyat sudah memilih, dia adalah bupati kita, atau dia adalah pemimpin dikabupaten tercinta ini.

Dari sudut pandang mahasiswa yang memilih kuliah dikota study jauh dipulau Jawa, tentunya sangat mengharapkan peran dan perhatian dari pemerintah daerah dalam melihat kondisi mahasiswa di berbagai kota study tersebut.

Saya dan juga rekan-rekan yang pernah tergabung dalam gerakan mahasiswa Fakfak se-Indonesia menggelar aksi dan menuntut kepada pemerintah saat itu untuk segera melihat kondisi asrama dan juga rumah-rumah kontarakan dibeberapa kota study, baik didalam dan luar Fakfak. Semoga di periode ke dua ini, bapak bupati dapat berkunjung ke beberapa kota study di pulau Jawa untuk sekedar silahturahmi dan mendengar keluhan dari anak-anak Fakfak yang ada.

Majunya sebuah negeri terletak pada generasinya yang cerdas, berpendidikan yang layak dan punya jiwa semangat membangun dan tidak lupakan adat dan budayanya.

*Semoga!

Papua Web Hosting

by

Daftarkan domain nama, nama kampung, nama marga, nama suku Anda, sebelum orang lain mengambilnya, karena di dunia Online berlaku hukum "siapa duluan dia dapat", jadi tidak ada hukum menyatakan bahwa kita bisa menggugat nama domain yang diambil oleh orang lain.

Kami siap membantu Anda, karena kami punya fasilitas paypal.com dan kartu kredit untuk mendaftarkan domain langsung ke papuaweb.net; papua.site atau webpapua.com dengan server di Amerika Serikat, Inggris dan India.

Punya blogger dan ingin perpendek dengan nama sendiri, contohnya seperti blog kaos Papua, dari nama domain www.kaospapua.blogspot.com menjadi www.kaospapua.biz ; Tertarik ? silahkan langsung saja mengklik tautan diatas. Atau bisa juga dengan menghubungi langsung kantor Papuamart Jogja :
Jalan Bedreg No. 38, Maguwo Yogyakarta City, Indonesia 55282

Anda juga dapat melihat dan mengikuti informasi lainnya di situs www.8plus1.org kunjungi fanspage Papua Web Hosting  

Tulisan Malam Yang Terlintas

by
suasana kuliah malam
 Waktu berjalan tanpa terasa, banyak agenda yang tinggal hanya menjadi cerita usang didalam pikiran. Mencoba yang ini dan itu, mengejar cara ini dan itu serta langkah-langkah lainnya. Ada yang sudah terlaksana itu syukur, tetapi yang belum haruslah bisa untuk menggapainya. Setidaknya apa yang ku rencanakan terwujud walau yang nampak biasa-biasa saja.

Punya banyak teman itu baik, aktif dibergai kegiatan itu lebih baik tetapi untuk menggapai satu mimpi haruslah benar-benar bangun dari tidur itu. Jangan hanya simpan dalam benak tanpa melakukan sedikit hal. Saya harus belajar banyak dari orang-orang hebat dinegeri ini. Bukan berarti harus sama dengan mereka tetapi setidaknya mengurangi resiko kesalahan yang sama.
Bukan hanya dari para tokoh tetapi dari setiap kawan yang punya cerita dan pengalaman dalam hidup, jika penuh inspirasi dan patut ditiru, tak ada salahnya.

Belajar, sudah terlewat masa yang seharusnya ku selesaikan dalam studyku dikampus ini. Tetapi karena alasan dan aktivitas lain serta kendala yang timbul, semua itu baru ku kejar sekarang. melelahkan melatih kembali otak yang sempat jauh dari dunia kampus. Materi kuliah, tugas demi tugas, Hitungan dan rumus kembali menghampiri memaksa otak bekerja keras, ada yang dapat kumengerti dan ada pula yang tidak. Semua kembali ke soal waktu. Tergantung mana yang harus dan dapat kupahami.

Mencari inspirasi lain disela aktivitas kampus, semoga bukan hanya sekdar basa basi terbawa ambisi tanpa tergapai. Sekali lagi harus bisa untuk kuwujudkan mimpi itu.

Salam

Top Ad 728x90