Dupiad

Wifi'an di Dupiad Ma Wiri

Malam ini duduk online sampai pagi, sambil buka-buka blogger.com, juga buka youtube.com, upload video dokumentasi yang ada didalam hp. Kebetulan di sekretariat ini, baru dipasang Wifi kemarin.

Kecepatan lumayan bagus, satu video yang sa coba unggah hanya butuh beberapa menit sudah muncul diyoutube.com .Mungkin cepat karena durasi video ini hanya 1 menit 28 detik.

Rencana pasang barang ini sudah ada dari awal kepengurusan PKMFP periode ini. Tapi berhubung satu dan lain baru bisa dipasang pada bulan juli 2017, itu keterangan singkat yang didapat. Yah terimakasih buat badan pengurus yang sudah pasang, dengan begini kita tra repot-repot komunikasi, mungkin bisa dimaksimalkan untuk pengecekan anggota baru.

Selain saya ada juga beberapa anggota yang juga penghuni di "Dupiad Ma Wiri ikut bagadang sambil online.

Berikut ini video yang diunggah:



Gabhex | Bisa Papua

0 komentar:

Kampus

Pisahkan Tugas Yayasan dan Universitas, Catatan Dari Kawan

PISAHKAN TUGAS YAYASAN DAN UNIVERSITAS

Menjelang ujian akhir semester (UAS), fenomena rutin yang kerap menjadi perhatian di Universitas Proklamasi (UP) 45 adalah persoalan dispensasi (keringanan) waktu pembayaran uang kuliah. Sebagai kampus yang dermawan dan mungkin juga sadar diri karena tidak terlalu besar, kampus kami biasanya memberikan keringanan waktu pembayaran uang kuliah untuk kalangan kurang mampu. Sehingga kami yang hidup serba terbatas, dapat menunggak uang kuliah dalam kurun waktu tertentu.
Saya pernah merasakan kebijakan dispensasi itu pada awal masuk kuliah, tepatnya tahun 2014.

Pada kurun waktu tahun 2015 akhir, kampus mengganti kebijakan dispensasi dengan menyediakan koperasi untuk meminjamkan dana kepada mahasiswa yang pengembaliannya mahasiswa harus mengembalikan yang dipinjam ditambah dengan bunganya sebesar 10%. Sehingga mahasiswa harus melunasi seluruh biaya kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS). Kebijakan pencabutan dispensasi yang diganti dengan peminjaman uang di koperasi, sempat menuai protes dan tanda tanya dari banyak kalangan.
Pasalnya, mahasiswa tidak ada yang menjadi anggota koperasi, bagaimana bisa mendapati pinjaman dari koperasi? Apalagi mahasiswa tidak mendapatkan pinjaman itu dalam bentuk uang tunai, tetapi hanya berupa catatan semacam memo dari koperasi bahwa mahasiswa meminjam sejumlah uang dengan jumlah sekian untuk pembayaran uang kuliah yang selanjutnya memo tersebut diberikan kepada bagian keuangan kampus. Mahasiswa berpikir, jangan2 ini hanya drama.
Setelah berjalan selama beberapa semester, entah karena protes mahasiswa atau hal lain, pada akhirnya keberadaan koperasi penyedia uang pinjaman itu menghilang dari kampus kami. Setelah itu, kebijakan dispensasi waktu pembayaran uang kuliah kembali dibuka. Mahasiwa dapat menunggak hingga sebelum UAS.

Baca juga: Tidak Ada Dispensasi

Menjelang UAS semester genap tahun ajaran 2016/2017 yang rencananya akan mulai diselenggarakan pada 17 Juli mendatang, Presiden BEM UP45 menanyakan perihal persyaratan dispensasi kepada Wakil Rektor 2 UP45 yang biasa mengurus soal dispensasi keuangan.

Tapi.alangkah kagetnya kami ketika beliau menjawab bahwa persoalan disepensasi pembayaran uang kuliah saat ini dihendel pihak yayasan UP45. Kami tidak habis pikir, bagaimana bisa urusan universitas dihendel oleh yayasan? Entah drama macam apalagi ini. Kami belum tahu pasti keputusan terbaru terkait dispensasi waktu pembayaran uang kuliah yang dihendel yayasan. Entah tetap ada dispensasi pembayaran atau tidak. Yang pasti kami tetap berharap yang terbaik, mudah2an pihak universitas dan yayasan cukup sadar diri melihat keberadaan kampus dan mahasiswanya. Selain itu perlu diingat, jangan campuradukkan urusan kampus dengan urusan yayasan.

Kami melihat akhir ini keputusan kampus terlalu dimonopoli oleh yayasan. Pihak yayasan Masuk terlalu dalam dalam urusan kampus. Dengan banyaknya kebijakan kampus yang terlalu dimotori oleh pihak yayasan, pihak kampus seperti tidak mampu menjalankan keberlangsungan birokrasi universitas. Pihak kampus dan yayasan harus mulai berpikir untuk menjalankan perannya masing-masing. Apabila tugas yang seharusnya dijalankan oleh pihak kampus diambil alih oleh pihak yayasan, secara tidak langsung hal itu merendahkan pihak kampus. Seolah-olah yayasan menyatakan bahwa pihak kampus tidak dapat menjalankan tugasnya. Jika memang orang-orang kampus dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya, pecat saja tidak perlu diambil alih tugasnya. Kami belum melihat dan ingin segera melihat pihak yayasan membiarkan pihak kampus mandiri dan dewasa.

Jangan sampai pihak kampus hanya menjadi boneka dari orang-orang yayasan, yang bekerja hanya sebagai ujung jari telunjuk orang-orang yayasan.

Oleh: Taqiyuddin Topote

0 komentar:

Olah Raga,

Persipura, Tim Kebanggaan


PERSIPURA, siapa yang tidak kenal tim yang punya nama besar dan telah beberapa kali menjadi juara utama.

Persipura yang berjuluk Mutiara Hitam ini bukan sekedar tim bola biasa biasa saja, tetapi telah menjadi sebuah tim kebanggaan orang Papua.
Persipura bahkan menjadi ikon penghibur bagi rakyat papua ditengah situasi ketimpangan pembangunan yang tidak merata dinegara ini.

Memang hampir disemua kabupaten di Papua punya tim bola. Dari yang biasa sampai yang juga sudah hebat dan sempat nama naik. Tapi soal persipura tak bisa disamakan.
Persipura dengan formasi pemain yang berasal dari tujuh wilayah adat yang ada ditanah Papua. Selain pemain lokal ada juga pemain asing yang ikut menambah kehebatan permainan kaki dalam mengolah sibundar dilapangan hijau.

Bagi saya persipura bukan soal menang atau kalah, tetapi teknik permainan yang selalu ditampilkan membuat decak kekaguman. Serasa menyaksikan pemain bola luar negeri dalam mengoceh lawan.

Serius menyaksikan jalannya pertandingan, live TVone
Diatas sekedar menulis singkat tentang Persipura, dikesempatan lain akan saya posting juga tentang sejarah dari tim PERSIPURA.

Babak kedua kedudukan 1 sama saat menjamu tim Persija. Kopi hitam masih dibatas tengah gelas sedangkan pertandingan masih lanjut beberapa menit kedepan. Ayo persipura tambah lagi satu gol...

Pluit panjang tanda pertandingan usai, kedudukan imbang 1-1.

Gabhex | Bisa Papua
Dupiad Ma Wiri.

0 komentar:

Info

Sekedar Info Bisa Papua


Sa punya blog ini kemarin sempat sa pasang dengan domain www.bisapapua.com walaupun masih tetap host utama dengan nama www.bisapapua.blogspot.com .
Bertahan beberapa minggu kemudian domain tidak aktif lagi karena ada sedikit gangguan diservernya.
Konfirmasi email dipenyedia jasa tersebut masih gangguan sehingga sa kembalikan domain www.bisapapua.com ke www.bisapapua.blogspot.com .

Semoga dalam beberapa minggu kedepan servernya segera diperbaiki sehingga dapat kembali normal lagi. Dan domain saya bisa dikonfirmasi dan aktif lagi.


0 komentar:

Kampus

Saya dan Kampus, Catatan Seorang Aktivis

Saya dan Kampus

 Oleh: Wardi 

Sebenarnya saya sudah tidak bernafsu lagi menulis tetek bengek mengenai kampus. Namun, makin ke sini, kok makin menarik untuk diikuti. Utamanya soal persoalan yang dibawa mahasiswa Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta dalam penolakannya terhadap pimpinan kampus yang baru, Ir. Bambang Irjanto MBA (BI). Eh, bukan baru, sudah lama menjajah rakyat akademika UP45. Sejak dari 2008, mahasiswa merasa dipermainkan hak-haknya. Permasalahan yang mengundang aksi mahasiswa sejak keberadaan Bapak BI di UP45 itu, dibuktikan dengan aksi besar-besaran oleh mahasiswa UP45 pada 2009, 2011, dan 2017.

Baca: Mahasiswa Demo Tolak Rektor BI

Pada aksi 2017 ini, mahasiswa menuntut Bapak BI mundur dari jabatannya sebagai rektor. Mahasiswa melihat saking banyaknya kejanggalan dari pemilihan rektor. Belum soal integritas yang tidak dimiliki oleh seorang Bapak BI untuk memimpin UP45 empat tahun ke depan.
Aksi mahasiswa UP45 tahun ini sudah berlangsung sejak 11 April lalu.

Berita mengenai aksi mahasiswa UP45 bisa dengan mudah di-googling. Meski bukan pemberitaan dari madia-media nasional, namun semua kabar berita tersebut adalah benar adanya. Sesuatu yang dimaklumi kenapa kasus pendidikan di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta tidak diminati oleh media-media nasisonal. Jawaban yang logis adalah karena kampus UP45 adalah sekian dari kampus-kampus kecil lainnya yang ada di Yogyakarta. Meski sebagai kampus kecil, UP45 adalah kampus yang punya catatan sejarah panjang di Yogyakarta. Itu dapat dibuktikan dari tahun berdirinya sejak 1964.
 

Siang tadi, Minggu 21 Mei, mahasiswa didatangi sekelompok orang tidak dikenal.
Mereka mengatakan kepada mahasiswa yang berada di kampus dalam rangka dapat tugas dari pihak pimpinan dan yayasan UP45. Mereka dari PT Rajawali (Penyedia Jasa Scurity). Mereka menurunkan spanduk-spanduk, yang dipasang mahasiswa sewaktu melakukan aksi beberapa minggu lalu, yang berisi beberapa tuntutan dan pernyataan penolakan mahasiswa terhadap terpilihnya Bapak BI. Orang-orang suruhan tersebut tidak menggunakan seragam layaknya satpam atau sejenisnya. Pun dari tuturkatanya seperti bukan seorang satpam. Yang lebih pantas disebut sebagai preman.

Pikiran pendek pimpinan kampus UP45 dengan mendatangkan orang luar kampus untuk menertipkan penyampaian pendapat mahasiswa itu dinilai telah mencederai sistem demokrasi negeri ini. Analogi sederhananya, kenapa kok tidak keamanan kampus, dalam hal ini satpam, yang menurunkan spanduk itu? Apa satpam kampus tidak bisa kerja? Jawabannya adalah karena hampir semua sivitas akademika di UP45 merasakan luka yang sama akibat samurai-samurai sistem Pak BI sejak mulai 2008. Yang sekarang telah memutus urat takutnya dalam menyuarakan bagaiaman kebobrokan sistem sejak beradanya Bapak BI di UP45.

Baca: 7 Tuntutan Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45

Lalu beberapa hari lalu, seorang dosen bertanya kepada saya, "Kamu tidak lelah, ya, aksi-aksi terus menolak Pak BI?" katanya di Kantin Kampus. Pertanyaan itu, bagi saya adalah pertanyaan yang sangat privasi. Kenapa, kok, saya yang sudah dapat beasiswa penuh selama delapan semester, yang tidak terancam secara nilai, kok masih ikut-ikutan aksi? Karena soal beasiswa bagi saya adalah kewajiban negara untuk memberi pendidikan gratis bagi yang tidak mampu.
Sedang soal nilai, bagi saya itu kewajiban dan hak saya untuk mendapatkannya sesuai kemampuan saya mengusai setiap mata kuliah. Sedang aksi mahasiswa saat ini, adalah persoalan lain, yang lebih mengarah kepada soal kemanusiaan. Soal hak-hak mahasiswa yang banyak terampas. Soal kecintaan mahasiswa dalam mendambakan kampusnya lebih maju. Kampus yang tidak hanya menjadi sarang mafia pendidikan. Jadi, jangan kaitkan aksi kemanusiaan mahasiswa, yang itu dilindungi demokrasi, dengan persoalan beasiswa dan nilai yang didapat setiap mahasiswa.

Salam Mahasiswa!

*Foto diambil siang tadi di area kampus UP45 ketika kedatangan orang tidak deikenal, yang berani mencopot spanduk.

0 komentar:

Kampus

Ketika Orang Suruhan Yayasan Masuk Kampus



Yogyakarta - Bagian dari meredam dan mencoba menakut-nakuti aktivis Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 yang menuntut mundurnya Rektor UP45, pak Bambang; ada orag suruhan alias preman yang pada malam hari datang dikampus.
Padahal sudah diketahui oleh umum bahwa di kampus yang berjga atau sebagai keamanan kampus adalah Satpam. Tetapi lain halnya dengan situasi akhir-akhir ini dikampus up45. Ada orang suruhan yang datang dan mengaku dari rajawali sambil menunjukan surat tugas dari yayasan.
   Menurut keterangan salahsatu aktivis, sudah beberapa hari ini preman yang datang, bahkan ada yang datang langsug melepaskan spanduk yang dipasang.
Sikap preman ini seakan memancing kemarahan kawan-kawan. tetapi cara-cara seperti ini sudah kami tahu maksudnya.
Upaya mereka untuk kacaukan perjuangan kami. Spanduk yang dilepas, dipasang kembali. Dan preman-preman inipun ketika aparat keamanan datang nampak ada raut kekagetan. Tetapi berusaha bersikap tenang. Mereka kemudian dibawa pergi oleh aparat.

Silahkan simak video rekaman yang diposting di halaman facebook Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45

Link Videonya:1.  Preman di Kampus UP45
Link Video 2. Preman di Kampus 

0 komentar:

Kampus

Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 Tanggapi Pernyataan Sikap Karyawan

Salahsatu mahasiswa saat berorasi dihalaman kampus Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta - Sebagaimana dimuat sebelumnya  karyawan universitas proklamasi 45 mengeluarkan pernyataan terkait situasi kampus; selain itu dalam pernyataan juga menyinggung tentang Aksi demonstrasi mahasiswa yang sudah melampaui batas, sudah mulai mengancam beberapa karyawan dan meminta mundur seluruh jajaran pimpinan dibawah Rektor (Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Bagian dll). Demontrasi hingga menyegel kampus selama beberapa hari juga sudah disaksikan langsung oleh Kopertis V, sudah dimediasi namun belum ada kesepakatan.

Menanggapi pernyataan itu, Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 juga merespon dengan mengeluarkan pernyataan sikap; Berikut pernyataan lengkap dari Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45:

PERNYATAAN SIKAP ALIANSI MAHASISWA PROKLAMASI (AMP)

Menyikapi Pernyataan Sikap Karyawan UP45 yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Karyawan UP45, yang dilayangkan di Yogyakarta pada 16 Mei 2017, maka perlu mahasiswa Universitas Proklamasi 45 yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Proklamasi, untuk menegaskan beberapa hal terhadap Pernyataan Sikap yang dibuat oleh Karyawan UP45 tersebut. Sebab:

1. Mahasiswa mendukung sepenuhnya aksi protes karyawan terhadap Pimpinan Kampus, yang dianggap belum dan atau gagal menciptakan jaminan kenyamanan kerja bagi karyawan. Namun, mahasiswa tidak setuju dan menolak dengan tegas jika maksud "tidak ada jaminan kenyamanan bekerja bagi karyawan" diakibatkan oleh aksi-aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa.

2. Aksi mahasiswa sudah dianggap melampaui batas, dan disebut sebagai sebuah ancaman bagi karyawan kampus. Padahal tidak semua karyawan diminta mundur oleh mahasiswa. Mahasiswa hanya ingin menjadikan UP45 bersih dari praktik-praktik kolusi, dengan tujuan tidak baik dan mengancam terhadap kelangsungan aktivitas mahasiswa baik selama berada di kampus, maupun di luar kampus.

3. Mahasiswa menolak adanya intervensi dosen, baik dalam hal apa pun, jika bertujuan menghalang-halangi penyampaian pendapat mahasiswa. Sebagaimana diketahui publik, bahwa Yayasan dan Pimpinan Kampus mau mengerahkan dosen untuk mendekati mahasiswa dengan tujuan supaya mahasiswa tidak melakukan aksi-aksi lagi. Maka atas dasar itu, mahasiswa menolak dan menganggap sebagai bentuk intimidasi dosen terhadap hak-hak mahasiswa sebagai agen perubahan.

4. Bahwa aksi mogok kerja karyawan, sama sekali tidak ada sangkut-paut dengan aksi mahasiswa. Dalam artian, mahasiswa sepakat menilai bahwa aksi mogok kerja karyawan adalah murni dari nurani karyawan. Meski pada hal lain terlihat adanya sebuah manuver politis terhadap aksi mahasiswa dari aksi mogok kerja karyawan ini.

Dari beberapa poin di atas, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Proklamasi perlu menegaskan:

1. Mahasiswa meminta penyelesaian masalah dengan Yayasan tidak dengan cara-cara merugikan di lain sisi. Selesainya permasalahan, atau lahirnya kesepakatan antara mahasiswa dengan Yayasan, mahasiswa bersikeras pada tuntutan awal. Yakni, Rektor UP 45 terpilih, Bapak Ir. Bambang Irjanto, MBA mundur dari jabatannya sebagai rektor.

2. Mahasiswa sangat menyayangkan tindakan Pimpinan Kampus dan Yayasan yang selama ini dalam menyelesaikan persoalan menggunakan cara-cara premanisme. Jika demonstrasi dianggap sebagai sebuah ancaman oleh karyawan UP45, sebagaimana yang tersirat pada salah satu poin pernyataan sikap Forum Silaturahmi Karyawan UP45, maka mahasiswa merasa sangat lebih terancam dengan tindakan pengerahan preman untuk menghadapi mahasiswa.

3. Mahasiswa sangat keberatan dengan pernyataan sikap karyawan, sebab telah menganggap penyampaian pendapat mahasiswa sebagai bentuk intimidasi ke para karyawan. Sehingga cukup disayangkan jika demonstrasi mahasiswa dengan sikap meminta karyawan mundur dan membawanya ke halaman dianggap sebagai teror.

4. Mahasiswa sangat berharap adanya kejelasan dari aksi mogok kerja karyawan. Mahasiswa yang membayar uang kuliah harus kembali mendapatkan hak dan kewajibannya sebagai insan pelajar di dalam kampus.

5. Apabila di lain kesempatan diketahui adanya kejanggalan dari aksi mogok kerja karyawan ini, maka kami mahasiswa tidak akan segan-segan mengambil keputusan. Hal ini demi tujuan tetap berjalannya kondusifitas aktivitas belajar-mengajar di UP 45. Terlebih sebagai bentuk kencintaan terhadap kampus UP45 tercinta.

Demikian Pernyataan Sikap mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Proklamasi terhadap Pernyataan Sikap Forum Silaturahmi Karyawan UP45.

TTD

Aliansi Mahasiswa Proklamasi (AMP)

0 komentar:

Kampus

Kampus UP45 Tidak Kondusif, Ini Pernyataan Karyawan Tidak masuk Kerja

Spanduk tuntutan dipintu masuk kampus
 Yogyakarta - Situasi kampus yang belum berjalan dengan normal karena tuntutan mahasiswa agar rektor segera turun dari jabatannya. Namun hingga saat ini rektor masih tetap mengacuhkan tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45.

Kondisi yang kurang kondusif terutama bagi karyawan yang bekerja dikampus ini memicu para karyawan pun mengeluarkan pernyataan mereka dan sekaligus meliburkan diri dari aktivitas kampus terhitung sejak pernyataan dikeluarkan.

Baca: Mahasiswa UP45 Demo Tolak Rektor

Berikut pernyataan lengkap dari karyawan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta:

Pernyataan Sikap Karyawan UP45
Tentang Aksi Demo Mahasiswa UP45 terhadap Rektor UP45
Mengingat situasi dan kondisi yang ada di lingkungan Kampus Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta sejak tanggal 11 April 2017 hingga saat ini masih dalam kondisi yang tidak kondusif untuk bekerja, karena:

1. Aksi demonstrasi mahasiswa yang sudah melampaui batas, sudah mulai mengancam beberapa karyawan dan meminta mundur seluruh jajaran pimpinan dibawah Rektor (Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Bagian dll). Demontrasi hingga menyegel kampus selama beberapa hari juga sudah disaksikan langsung oleh Kopertis V, sudah dimediasi namun belum ada kesepakatan. Pihak Kopertis mengembalikan penyelesainnya dilakukan oleh internal kampus UP45.

2. Belum adanya tindakan nyata yang dilakukan oleh Rektor dan Yayasan UP45 dalam menangani aksi demo mahasiswa ini, sehingga berlarut-larut dan tidak ada jaminan kenyamanan bekerja bagi para karyawan.

3. Sikap skeptis dari para dosen, yang seolah ini bukan permasalahan bersama sehingga tidak ada usaha nyata yang dilakukan untuk membantu membuat kondisi lebih tenang.

4.  Rasa tidak tenang dan selalui dihantui aksi demo setiap saat, sehingga menjadi masalah psikologis tersendiri bagi kami, para karyawan. Hal ini diperkuat lagi, beberapa karyawan diminta ke lapangan (aksi demo) untuk membuat pernyataan mengundurkan diri dari jabatannya dan tidak diperbolehkan masuk kerja setelah itu.

Maka dengan ini, kami yang tergabung dalam forum silaturahmi karyawan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta menyatakan bahwa “tidak akan masuk kerja” sejak Selasa 16 Mei 2017 hingga:

1. Permasalahan Mahasiswa dengan Rektor dan Yayasan belum selesai. Selesainya permasalahan ditunjukkan dengan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak dalam bentuk tertulis.

2. Kondisi lingkungan kampus Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta belum kondusif (Kondusif yaitu: nyaman dan terbebas dari ancaman demonstrasi setiap saat).

3. Mahasiswa yang melakukan teror dan intimidasi ke para karyawan (menyuruh keluar dan membawa ke lapangan aksi demo) memohon maaf secara terbuka dan tertulis serta dipublikasikan di media.

Apabila didapatkan dikemudian hari hal serupa, maka aksi ini akan kami lanjutkan.



Yogyakarta, 16 Mei 2017

TTD
Forum Silaturahmi Karyawan UP45

Baca: 7 Tuntutan Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45
         Video Aksi Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 

0 komentar:

Artikel,

Pengertian Akreditasi Perguruan Tinggi

Pengertian Akreditasi Perguruan Tinggi 
 
Status akreditasi suatu perguruan tinggi merupakan cermin kinerja perguruan tinggi yang bersangkutan dan menggambarkan mutu, efisiensi, serta relevansi suatu program studi yang diselenggarakan.

Saat ini terdapat dua jenis akreditasi yang diberikan oleh pemerintah kepada program studi di perguruan tinggi, yaitu:
  1. Status Terdaftar, Diakui, atau Disamakan yang diberikan kepada Perguruan Tinggi Swasta
  2. Status Terakreditasi atau Nir-Akreditasi yang diberikan kepada semua perguruan tinggi (Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, dan Perguruan Tinggi Kedinasan).
Karena adanya dua status akreditasi yang sama-sama masih berlaku, saat ini terdapat PTS yang menyandang kedua-duanya untuk program studinya. Hal ini terjadi karena proses pemberian status akreditasi dilakukan melalui dua jalur yang berbeda sesudah terbentuknya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sebelumnya, penentuan status didasarkan pada SE Dirjen Dikti No. 470/D/T/1996.
Kemudian pemerintah menetapkan, untuk pelaksanaan akreditasi terhadap suatu PTS/Unit PTS, sepanjang belum pernah dievaluasi (diakreditasi) oleh atau melalui BAN-PT, akan tetap dilakukan berdasarkan peraturan tersebut diatas, tetapi manakala suatu PTS/Unit PTS telah pernah dievaluasi (diakreditasi) oleh atau melalui BAN-PT, maka selanjutnya pelaksanaan akreditasi terhadap PTS yang bersangkutan dilakukan dengan berpedoman pada kriteria atau Borang Akreditasi dari BAN-PT.

Sesudah terbentuknya Badan Akreditasi Nasional


Pada bulan Desember 1994 dibentuk BAN-PT untuk membantu pemerintah dalam upaya melakukan tugas dan kewajiban melaksanakan pengawasan mutu dan efisiensi pendidikan tinggi. Pembentukan BAN-PT ini menunjukkan bahwa akreditasi perguruan tinggi di Indonesia pada dasarnya adalah tanggung jawab pemerintah dan berlaku bagi semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Hal ini sekaligus menunjukkan niat dan kepedulian pemerintah dalam pembinaan penyelenggaraan perguruan tinggi, melayani kepentingan masyarakat, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Karena tidak lagi membedakan negeri dan swasta, pengertian akreditasi dalam dunia pendidikan tinggi adalah pengakuan atas suatu lembaga pendidikan yang menjamin standar minimal sehingga lulusannya memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau memasuki pendidikan spesialisasi, atau untuk dapat menjalankan praktek profesinya (to recognize an educational institution as maintaining standards that qualify the graduates for admission to higher or more specialized institutions or for professional practice).

Akreditasi perguruan tinggi yang diterapkan dalam sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penilaian itu diarahkan pada tujuan ganda, yaitu:
  1. menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat
  2. mengemukakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh terutama oleh perguruan tinggi dan pemerintah, serta partisipasi masyarakat.
Peringkat pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada perguruan tinggi didasarkan atas hasil akreditasi perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh BAN-PT, dengan melakukan akreditasi yang meliputi akreditasi lembaga dan akreditasi program studi.
Kriteria penilaian untuk akreditasi lembaga terdiri atas:
  1. Izin penyelenggaraan pendidikan tinggi
  2. Persyaratan dan kelayakan penyelenggaraan pendidikan tinggi
  3. Relevansi penyelenggaraan program pendidikan dengan pembangunan
  4. Kinerja perguruan tinggi
  5. Efisiensi pengelolaan perguruan tinggi.
Kriteria penilaian untuk akreditasi program studi terdiri atas:
  1. Identitas
  2. Izin penyelenggaraan program studi
  3. Kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-udangan
  4. Relevansi penyelenggaraan program studi
  5. Sarana dan prasarana
  6. Efisiensi penyelenggaraan program studi
  7. Produktivitas program studi
  8. Mutu lulusan.
Klasifikasi penilaian untuk semua kriteria tersebut ditentukan oleh 3 aspek, yaitu mutu (bobot 50%), efisiensi (25%), dan relevansi (25%). (MediaInformasi)

0 komentar:

Foto,

Tim Asesor BAN-PT di Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta - Jumat, 12 Mei 2017; Ada kunjungan dari tim penilai atau asesor (BAN PT) yang datang mengunjungi kampus dan mengecek Fakultas Teknik  Program Studi Teknik mesin Universitas Proklamasi 45. Dua orang yang datang ini berasal dari 2 perguruan tinggi dan juga dari jurusan mesin.

Baca juga : Pengertian Akreditasi Perguruan Tinggi

Dilansir dari situs www.up45.ac.id , Tim asesor BAN PT di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta adalah Dr. Ir. Sudiyono Kromodihardjo, M.Sc. dari Institut teknologi Sepuluh November (Surabaya) dan Dr. Ing. Ir. Mohammad Yamin dari Universitas Gunadarm (Jakarta). Kedatangan tim asesor ini untuk menilai akreditasi prodi Teknik Mesin. Diharapkan dengan penilaian ini dapat menjadi bagian penting untuk meningkatkan mutu pengelolaan akademik di Universitas Proklamasi 45 menjadi lebih baik lagi.


Berikut foto-foto yang sempat dijepret dengan camera hp saat berlanjungnya tinjau lab fisika, lab mesin dan lab produksi.











Gabhex | Bisa Papua

0 komentar:

Tulisan

Matinya sebuah harapan

Memikir sembari berjalan dimalam buta. Meraba tanpa penerang tetapi terus saja melanjutkan langkah menapaki kesunyian malam. Ia tetap bersemangat mengejar harapan yang serasa makin mendekat. Aroma bunga malam, wewangian tak kusut atau desis hysteria si kumbang malam. Ia masih juga berjalan. Kesunyian itu menghantarkan langkahnya pada sebuah tujuan yang entah kapan ia raih.

Pernah juga aku bermimpi setinggi bulan diatas sana, pernah juga bermimpi yang jauh lebih dari itu. Tetapi berjalannya waktu mimpi itu tetaplah menjadi sebuah mimpi. Niatan yang bukan lahir didunia nyata tetapi hadir hanya didalam mimpi. Mimpi itu menjadi kenangan yang telah hilang seiring melajunya waktu yang tiada terasa.

Liku kehidupan dari suka bahkan duka. Dari penuh semangat sampai pada titik dimana semangat itu kendur. Aku tak tahu mengapa? Tapi sebisa mungkin aku menjawab, bahwa ada batasan dalam hidup setiap orang telah ditakdirkan. Garis hidup yang sesuai harapan maupun yang tak sesuai dan menjadikannya bertentangan.

Terkadang tak percaya pada takdir, tetapi dalam kenyataannya scenario kehidupan kita telah diatur sang kuasa. Kita adalah pemain dari setiap peran yang diberikan. Tanpa bisa kita tolak, pilihan yang sesuai maupun yang tidak. Bahkan bisa saja segalanya berjalan mulus lalu mulai rusak disana sini. Atau bisa juga ketika diberi kelebihan untuk saat ini tetapi akan mendapat kehancuran dikemudian hari.

Lalu matinya sebuah harapan terjadi ketika ambisimu ternyata hanya sebatas tatapan, kau tak bisa meraihnya apalagi sampai pada harapan tersebut. Harapan besar itu terkubur dalam hati, tanpa bisa kau munculkan lagi. Tersisa penyesalan saat itu telah terjadi. Lampiaskan saja pada hal berguna atau minimal pengalih perhatian. Dari satu harapan mati, mulai lagi harapan lain yang masih tersimpan jauh dilubuk hati

# coretanmalam

Gabhex | Bisa Papua

0 komentar:

Video

SIM M Jadi Viral di Media Sosial

Video Pelajar SMP yang Miliki SIM M Jadi Viral di Media Sosial

Seorang pelajar SMP di Fakfak, Papua Barat mengaku memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) M.
Seperti diketahui terdapat 5 jenis SIM di Indonesia yaitu SIM A, SIM B I, SIM B II, SIM C, dan SIM D.
Tetapi anak dalam video ini mengaku bahwa dirinya memiliki SIM M.

Saat ditanya jenis SIM apa yang dimilikinya dengan yakin pelajar SMP tersebut menjawab, "SIM M".

Ia bahkan mengaku bahwa SIM miliknya ditandatangani oleh Kepala Distrik Fakfak Tengah dan saat itu tengah dibawa oleh ibunya.

Video yang diunggah oleh akun Facebook Eduard Rumbrapuk inipun langsung viral di media sosial.
Sejak diunggah pada Selasa (9/5/2017) video ini telah ditonton lebih dari 100 ribu kali dan telah dibagikan lebih dari 1.500 kali.

Dalam keterangannya akun tersebut menuliskan, "Laki-laki dari Fakfak satu ini paling luar biasa sekali e".

Selengkapnya tonton video dibawah ini. (*tribunnews.com)

0 komentar:

Puisi

Biarkan Gelap ini Pergi


Ketika malam mulai beranjak pergi
Kusepi dalam hening menatap layar putih
Samar-samar suara binatang malam
Menambah kegelisahan menuju esok

Misteri dalam hidup penuh liku
Ada suka juga duka perih
Telah kujalani separuh perjalanan
Akankah berhenti disini tanpa kuteruskan lagi?

Masih dihening ketika kata hati saling berbisik
Antara bertahan melanjutkan atau berhenti dan kembali
Oh siang lekaslah datang, biarkan gelap ini pergi...

Gabhex | Bisa Papua



0 komentar:

Kampus

Lanjutan Aksi Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 Tuntut Rektor Mundur

Yogyakarta - Kampus Universitas Proklamasi 45 yang berlokasi di jalan Babarsari no 1 mulai ramai dengan puluhan mahasiswa yang menggelar aksi dihalaman kampus.

Aksi ini masih berlanjut dari aksi seblumnya yaitu menuntut rektor untuk mundur dari jabatannya. Aksi ini dimulai sekitar pukul 09.30 wib; selasa 9/5/2017.

Baca :Mahasiswa UP45 demo Tolak Rektor-BI

Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 yang mengkoordinir jalannya aksi kali ini. Apa saja yang membedakan antara aksi kali dengan aksi sebelumnya yaitu nampak pada surat pernyataan pengunduran diri yang dibawa koordinator aksi dan dengan surat pernyataan ini  pula Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 meminta untuk tanda tangan antara lain Bagian Umum dan kabag kemahasiswaan. Rektor UP45 tidak berada di kampus demikian pula warek 1, 2 dan 3.


Adanya intervensi salahsatu dosen kepada mahasiswa yang menyatakan untuk apa ikut demo;  sempat membuat massa aliansi mahasiswa prokalamasi 45 kemudian mencari si dosen dan meminta dosen untuk konfirmasi serta meminta dosen untuk minta maaf atas pernyataan tersebut.

Sebuah keranda mayat diletakan didepan gedung B kampus universitas proklamasi 45 masih nampak hingga siang ini. Nampak juga asap hitam membumbung tinggi dari bakaran ban bekas didepan gedung A halaman kampus UP45.
Aksi ini masih berlangsung.
Aktivitas perkuliahan tetap berjalan normal.

Liputan: Gabhex | Bisa Papua


0 komentar:

Fakfak,

Foto Kota Fakfak dari atas

Pas lagi buka buka facebook ketemu foto kota Fakfak yang diambil dari atas. Lumayan bagus dan salut buat si pemotret karena nampak sangat luar biasa.

Sumber foto #SalamFakfak

Berikut 2 Foto Kota Fakfak dilihat dari atas


0 komentar:

Organisasi,

Itu Biasa, Dinamika Organisasi


Organisasi selalu ada kemajuan dan kemunduran, selalu ada kepemimpinan yang dianggap berhasil, setengah berhasil bahkan tak berhasil dalam menjalankan roda organisasinya. Organisasi, apapun bentuk organiasi itu, pastilah memiliki aturan aturan dasar baik untuk pengurusnya maupun anggota-anggota dari organisasi tersebut.

Apa saja yang kadang menjadi penyebab matinya sebuah organisasi? atau menurunnya semangat berorganisasi untuk pengurusnya maupun anggotanya?  tentu banyak hal yang bisa saja menjadi penyebab. Dinamika organisasi kadang bisa dimaksimalkan untuk menambah semangat dari organisasi itu sendiri tetapi terkadang dinamika itu dapat saja menjadi perpecahan yang bisa saja melahirkan dualisme dalam organisasi.

Organisasi pada dasarnya dibentuk dengan tujuan bersama dan bukan berdasar pada tujuan seseorang saja. Namun dalam perkembangannya organisasi banyak yang kemudian menjadi tinggal nama. Karena penerus dari organisasi itu, kader yang harusnya disiapkan tidak ada. Sehingga estafet organisasi tak bisa diteruskan.
Selain hal itu, aturan dasar dari organisasi itu tidak dipahami, tidak dijalankan dan sudah pasti tidak dipakai sebagaimana mestinya.

Foto bersama beberapa anggota PKMFP sebelum ke tempat Makrab

Gabhex | Bisa Papua


0 komentar:

Demonstrasi,

Video Aksi Aliansi Mahasiswa Proklamsi - Tuntut Rektor Mundur


Aksi Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 pada tanggal 2 Mei 2017. Dibawah ini rekaman video amatir yang sempat diambil saat aksi.


Lihat : ini 7 Tuntutan Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45

Rekaman saat pembacaan Pernyataan Sikap yang berisi 7 Tuntutan:

0 komentar:

Demonstrasi,

7 Tuntutan Aliansi Mahasiswa Proklamsi 45


KAPITALISASI PENDIDIKAN

"Lemahnya kebijakan pemerintah dan penegakan hokum dapat mendistorsi swastanisasi pendidikan  yang sebelumnya bertujuan mulia. Komersialisasi pendidikan juga dapat membawa dampak social yang tidak dapat diharapkan jika tidak disertai dan etika social yang benar serta jelas.

Pendidikan adalah humanisasi yaitu upaya memanusiakan manusia atau upaya membantu manusia agar mampu mewujudkan diri sesuai dengan martabat kemanusiannya. Dengan demikian pendidikan adalah wadah atau alat untuk mencapai tujuan dan kemajuan, sebagaimana telah digariskan dalam peptah: “bahwa kemajuan suatu bangsa dapat dipengaruhi oleh faktor pendidikan”.

UU Sisdiknas hanya jadi impian belaka yang tak mungkin menjadi kenyataan. Bapak Ki Hajar Dewantara pun akan menangis melihat pendidikan di Indonesia yang semakin lama berada didalam keterpurukan. Komersialisasi pendidikan yang terjadi telah memberi pengaruh atau dampak terhadap proses pendidikan di Indonesia. Hal demikian diakibatkan dari kurang sehatnya regulasi dan lembaga-lembaga pendidikan yang ada dinegeri ini, khususnya di Yogyakarta.

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta adalah salahsatu contoh lembaga pendidikan tinggi yang dijadikan lading bisnis. Yang pertama penyebab terjadinya kapitalisasi itu diakibatkan dari tidak berintegritasnya yayasan sebagai pengelola , maupun tidak berintgritasnya rektor sebagai pimpinan universitas. Hal tersebut dapat dilihat dari merosotnya pengembangan universitas proklamasi 45. Dari fasilitas fasilitas belajar –mengajar yang tidak sesuai dengan biaya yang ditanggung mahasiswa begitu tinggi dalam hal pembayaran uang perkuliahan hingga ke tidak adanya transparansi keuangan yang ada. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berbentuk Badan Hukum, seharusnya memiliki keterbukaan informasi audit keuangan terhadap public, utamanya mahasiswa.

Hilangnya sikap kritis Wakil Rektor  Bidang 1, 2, dan 3 turut menjadi persoalan bagi mahasiswa. Hal demikian terlihat dari selalu mendukungnya terhadap system yang dibuat pimpinan universitas, yang sekaligus menjadi penghambat kemajuan universitas. Selalu mendukung segala bentuk intervensi gerakan mahasiswa sebagai insan pelajar. Termasuk dengan menabrak aturan-aturan universitas proklamasi yang sudah dilaksanakan secara mufakat seklipun.

Melihat permasalahan di Universitas Proklamasi 45, dan yang dianggap telah menjadi salahsatu penyebab cederanya kemajuan pendidikan dinegeri ini; khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, maka kami dari seluruh elemen mahasiswa Yogyakarta menyatakan sikap:

1.    Menuntut mundur ketua yayasan Universitas Proklamasi 45 yang dianggap sebagai kemunduran kualitas universitas.
 

2.    Menolak rektor tidak berintegritas karena menghmbat kemajuan UP45
 

3.    Menuntut Wakil Rektor 1, 2, dan 3 melepas jabatannya karena dianggap tidak berguna dan mengintervensi gerakan mahasiswa;
 

4.    Stop kapitalisasi dan politisasi penddikan yang terjadi di UP45
 

5.    Menuntut adanya transparansi keuangan universitas
 

6.    Meminta senat melakukan Musyawarah Luar Biasa guna mengkaji ulang proses seleksi calon rektor sampai dengan pengangkatan rektor;
 

7.    Menuntut senat bertindak tegas terkait tidak sehatnya orang-orang yayasan dan pimpinan universitas yang banyak merugikan civitas akademika.

Demikian Press Release ini kami sampaikan untuk diketahui  semua pihak.


Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45

Baca juga: Pantau Suasana Aksi Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45

0 komentar:

Demonstrasi,

Pantau Suasana Aksi Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 Tuntut Rektor Mundur

2 Mei dikenal sebagai hari pendidikan nasional yang hampir setiap tahun selalu diperingati. Begitu pula peringatan untuk tahun ini 2 mei 2017.
Namun ada suasana yang berbeda yang terjadi dikampus universitas proklamasi 45 yogyakarta. Suasana apa itu? Upacarakah? Acarakah? Atau apa? Silahkan baca terus tulisan ini.
A post shared by P. G Hegemur (@bisapapua) on
Sekitar pukul 11.00 wib dengan sebuah motor melaju memasuki halaman kampus. Nampak dari jauh ada kerumunan mahasiswa berkumpul membentuk lingkaran. Perlahan-lahan memarkir motor dilapangan dekat parkiran dan berjalan menuju ke kumpulan kawan-kawan mahasiswa yang membentuk lingkran itu. Didalam lingkaran itu ada suasana yang sedikit memanas; bagaimana tidak panas terik menyengat dari atas langit ditambah dengan panasnya tuntutn. Terlihat diatas meja diletakan sebuh map berisi surat yang isinya adalah pengunduran diri rektor. Pimpinan kampus; rektor terpilih pak Bambang ada didalam lingkaran itu. Beliau diminta untuk menandatangani surat pengunduran diri, pak Bambang sesekali tersenyum walaupun ditengah desakan massa mahasiswa. Ia tetap berdiri tenang dan mendengar segala kritik, pertanyaan yang sebisanya dijawab. Ia juga dibantu oleh pimpinan yayasan universitas proklamasi 45.

Lihat Juga : Hasil Rapat Akbar, AMP45 Akan Buka Segel Gerbang Kampus UP45

Dalam pengamatan saya selama jalannya aksi itu tetap aman terkendali. Aparat kepolisian juga datang dan memantau aksi ini. Oh iya aksi ini dikoordinir oleh Aliansi Mahasiwa Proklamasi (AMP) UP45. Aksi ini juga masih sebagai aksi lanjutan dari bulan april lalu. Tuntutan utamanya adalah menolak rektor. Namun sejak aksi pertama pada akhir bulan april sampai kampus dipalangpun pak Bambang nampak tak gentar. Bahkan beliau tetap diposisi aman sebagai rektor universitas proklamasi 45 yogyakarta.

Baca : Mahasiswa UP45 Demo Tolak Rektor BI

Menurut keterangan seorang kawan yang mengikuti jalannya aksi ini dimulai sekira 09.00 WIB. Massa mahasiswa dari berbagai fakultas hadir dan massa juga bawa bendera masing-masing himpunan atau UKMnya.

Jam sholat siang, pak Bambang dan pimpinan yayasan meminta kepada peserta aksi untuk mengikuti ibadah dan setelah kembali ketempat semula dimana beliu ada dalam lingkaran massa. Setelah sholat, surat pernyataan belum juga ditandatangani. Walau dipaksa dengan tekanan massa mahasiswa yang ada beliau tetap menolak dan dibuatlah sebuah surat pernyataan oleh pimpinan yayasan. Namun surat pernyataan itu isinya tidak sesuai sehingga ditolak oleh massa mahasiswa.

Baca: Cerita Kemarin Tentang Kampus UP45

Utang Kampus 12 Milliar

Dalam argumentasi dan penyampaian pertanyaan-pertanyaan kepada kedua pimpinan itulah terlontar dari pimpinan yayasan bahwa kampus ini memiliki utang sebesar Rp.12 miliar. Utang 12 miliar itu merupakan utang warisan. Ketua yayasan bahkan menyatakan siap mundur dan mempersilhkan mahasiswa mencari yayasan , atau orang baru yang siap  melanjutkan.


Aksi ini bertahan sampai sore sekitar pukul 17.00 WIB lalu pak Bambang dan rekannya meninggalkan lokasi aksi walau belum tercapai kesepakatan. Menurut koordinator aksi AMP setelah membacakan pernyataan sikap  sebelum bubar menyatakan bahwa aksi menuntut rektor mundur kan tetap dilanjutkan.

Liputan ; Gabhex | Bisa Papua

Next : Press Release, KAPITALISASI PENDIDIKAN - Aliansi Mahasiswa Proklamasi

0 komentar:

Puisi

Coretan Malam

Telah ku coba bersimpati
Hadir dalam bisu tanpa berisik
Diarena yang lama mati suri
Terpendam disudut hati

Hadirku bukan terpaksa apalagi memaksa
Sisi lain yang sulit kau pahami
Bahkan gerakku telah lama dijalan ini
Diam sejenak tak bisa selamanya

Dan kini bila kau merasa terusik
Sudah sepantasnya kau relakan
Dengarkan tanpa harus bertele-tele
Sudahi sajalah agar tak berkepanjangan

Niatan yang tulus melawan
Tak akan mudah tergoyah
Walau ancaman sekalipun itu biasa
Hidup itu perjuangan kawan
Melawan tirani penindas.

Sudut malam bisikan kata hati
Entahlah......
Coretan tanpa ku mengerti :)

Gabhex | Bisa Papua

0 komentar:

Hari Raya,

Paskah atau Paska, Mana Yang Benar Penulisannya ?


Salah satu hari raya umat kristiani yang selalu dirayakan setiap tahun adalah paskah. Pembahasan yang ingin saya ulas disini adalah penulisan kata. Hal ini setelah saya melihat ada beberapa kawan menuliskan sama dengan saya, dan juga yang menuliskan tanpa tambahan huruf "h" dibelakangnya.

Dalam penulisan kata paskah, ada yang menulis "paska" dan ada pula yang menambahkan huruf "h" dibelakangnya. Apakah salah? yang benar yang mana? atau keduanya memang benar?

Yah setelah searching akhirnya saya temukan sebuah ulasan menarik yang diposting beberapa tahun lalu. Linknya ini: http://sekretariat-komlit-kwi-021-aktual.blogspot.co.id/2012/04/paskah-atau-paska.html ; Memang sudah diposting lama tetapi tidak ada salahnya kita melihat inti dari maksud penulisan yang yang baik dan benar, paska atau paskah.

Berikut saya sertakan artikel tersebut :

PASKAH ATAU PASKA 

Minggu yang lalu saya mendengar beberapa orang membicarakan tentang tulisan di dalam buku liturgy paskah gereja kita sambil berbisik: wah ada yang salah dengan tulisan pada buku ini nih; sebagian lagi berkata: kok paska sih, harusnya kan paskah; ada pula yang mencoba mencari jawab dengan berkata: mungkin ini persiapan menyambut tahun yang akan datang, paska 2009 kan berarti 2010.. he..he.. memang membingungkan kenapa yang biasanya PASKAH kok sekarang ditulis PASKA? Saya pun pernah bergumul dengan hal yang sama seperti beberapa orang yang saya ungkapkan di atas. Mengapa PASKA? Kenapa tidak PASKAH.
Seperti halnya banyak kata dalam bahasa Indonesia, istilah paskah adalah sebuah serapan kata dari bahasa lain. Berikut ini saya mencoba menampilkan beberapa istilah Paskah dalam berbagai bahasa adalah sebagai berikut:

Negara Istilah
Inggris Easter   (JvP: mungkin karena matahari terbit di sebelah TIMUR(Inggris: east; Jerman Osten), kebangkitan Yesus dalam bahasa German diberi nama sudut angin. Bisa jadi bahwa pada suku-suku German(Jerman  dan sebagian besar old Inggris ) dalam zaman pra-kristen dirayakan pesta seorang dewa/dewi pada permulaan Musim Semi(Lente, printemps, primavera)
Jerman Ostern
Yunani Pascha
Spanyol Pascua
Italia Pasqua
Perancis Pâques
Portugis Páscoa
Belanda Pasen
Denmark Paaske

Jika kita memperhatikan penulisan kata “Paskah” dalam buku liturgi yang kita gunakan, maka kita akan menjumpai bahwa kata “Paskah” ditulis dengan kata “Paska”. Mungkin ada yang menyangka bahwa penulis kata tersebut lupa menambahkan huruf “h” di belakang “Paska”.


Namun perlu diketahui bahwa beberapa gereja dan lembaga sengaja memilih untuk menggunakan kata “Paska” ketimbang “Paskah” karena menurut mereka terjemahannya dirasa lebih pas.


Kata ”Paska” berasal dari kata Ibrani pesakh, kata kerja yang artinya “melewatkan” dengan makna “menyelamatkan” (Kel 12:13, 27, dst). Pesakh adalah sebuah perayaan keagamaan dalam sejarah Israel dimana mereka mengenang peristiwa lepasnya mereka dari perbudakan. Dalam hari raya tersebut umat Israel akan melakukan sebuah tradisi yang penuh makna. Salah satunya adalah memakan roti tidak beragi. Larangan ragi mau melambangkan sifat ketergesa-gesaan pada malam keberangkatan mereka keluar dari tanah Mesir. Tradisi yang lainnya adalah penyembelihan hewan kurban yang mengingatkan mereka bahwa Allah melewati rumah-rumah yang berlaburan darah. Pengorbanan hewan kurban inilah yang sangat dekat dengan makna kata pesakh. Kata pesakh tersebut mau menjelaskan sebuah peristiwa yang pernah dialami oleh bangsa Israel. Allah “melewati” rumah-rumah orang Israel yang sudah dilaburi darah dan membunuh anak-anak sulung orang-orang Mesir dalam peristiwa tulah terakhir yang Tuhan berikan untuk membuka jalan keluarnya bangsa Israel dari tanah perbudakan di Mesir.
Perhatikan, bahwa huruf ”h” bergandengan erat dengan huruf ”k”. Oleh karena itu, terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia yang lebih tepat adalah paskha. Dalam aturan penyerapan ke dalam Bahasa Indonesia, penulisan kata disesuaikan dengan bunyi kata itu saat dilafalkan, sehingga kata ”paskha” menjadi ”Paska”.
Mengapa huruf ”h” muncul dalam kata ”Paskah”? Barangkali hal itu dikarenakan lidah kita sebagai orang Indonesia yang suka menambahkan huruf “h” pada kata-kata yang diakhiri huruf vokal “a”, misalnya: Eropah, sepedah. Lagipula, kata-kata seperti “Paska”, “eropa”, dan “sepeda” jika dilafalkan seolah-olah mengandung huruf “h” pada akhirnya.
Kita dapat juga membandingkan argumentasi tersebut dengan istilah Paskah dalam tabel di atas. Di situ, kita akan melihat bahwa kata pesakh diterjemahkan sebagai Pascha, Pascua, Pasqua, Pâques, Páscoa, dan Paaske. Karena itu, tidak keliru jika ada gereja atau lembaga yang menggunakan kata Paska sebagai terjemahan dari pesakh, bahkan akan menjadi lebih tepat. Inilah sebab mengapa tulisan di dekorasi panitia menggunakan istilah Paskah
Kita tidak perlu mempertentangkan mana penerjemahan yang benar, sebab bukan di situ persoalannya. Paska atau Paskah menjadi tidak berarti ketika manusia tidak lagi menghayati makna yang ada di dalamnya; ketika hidup ini tidak mengalami pembaruan; ketika manusia menjadikan materi sebagai arah hidupnya. Karena itu, mari… hayati Paska atau Paskah bukan dari katanya, tapi dari maknanya bagi kehidupan kita! 

Selamat menjalankan masa raya Paskah eh maksud saya Paska

Tambahan JvP:
Ada tiga Paska(h) , transitus atau penyeberangan yang ajaib:
1)Paska Yahudi: mukjiat terbesar dalam sejarah Yahudi: penyeberangan Laut Merah)
2)Orang Kristen, transitus Yesus dari keadaan manusia biasa menuju keadaan mulia se-hingga tak terikat pada hukum alam fisik: bisa hilang tanpa orang lihat  ia pergi; ;melewati pintu dan jendela tertutup, naik ke atas, surga tanpa tangga atau tali)
3)PASKA  pribadi kita: transitus dari manusia lama(egosentris) menuju manusia baru (menurut istilah St.Paulus)(altro-sentris,terorientasi  menuju  Allah dan sesama)=menjadi orang katolik sejati menurut tema APP 2012)

Jelas bahwa mukjizat no.  3 hanya mungkin oleh karena power Roh Kudus yang membang-kitkan Kristus, juga aktif dalam diri kaum beriman.

Selamat Paska(h)

Jan van Paassen msc



Kedua kata, paska atau paskah bisa dipakai yang penting makna utama dari paska atau paskah itu.

Selamat Hari Paskah

Gabhex | Bisa Papua

0 komentar:

Hari Raya,

Selamat Hari Paskah


Pengorbanan-Nya di kayu salib adalah karya kekal, 

dan bukan sama dengan karya Golkar,

Perjuangan-Nya bukan sama dengan PDIP,

Kasih-Nya bukan sama dengan PDKB,

Damai-Nya bukan sama dengan PDB,

Keadilan dan Kesejahteraan-Nya tidak sama dengan PKS

Hati nurani-Nya tidak sama dengan Hanura,

Gerakan-Nya bukan sama dengan Gerindra,

melainkan melaui Paskah kita memperoleh sukacita dan keselamatan.

Contrenglah hati kita agar makna Paskah boleh berarti dalam memperoleh caleg Surgawi.

Pastikan jangan ragu, YESUSLAH PILIHAN KITA selamanya.

(http://paskah.co/SMS)

0 komentar:

Blogger,

Menghilangkan Tulisan" Showing Posts With Label"


Silahkan bagi kawan2 yang ingin merubah dan menghilangkan tulisan showing posts with label yang biasanya muncul ketika kita mengklik pada label atau kategory terntentu.

Untuk sobat newbie yang mungkin ingin menghilangkan tulisan " Showing posts with label ..... Show all posts" yang biasanya keluar saat kita search Label di blog.



Kalau sobat semua berminat menghilangkannya, berikut ini trik singkatnya 
Cara Menghilangkan Tulisan" Showing Posts With Label"

1. Login to Blogger kemudian masuk ke dashboard blog sobat.

2. Pilih Tema -> Edit HTML

3. Cari kode dibawah ini (gunakan fasilitas search Crtl+f):

    <b:include data='top' name='status-message'/>


4. Kalau Sudah ketemu, silahkan sobat hapus saja kode tersebut.

5. Pilih simpan template, dan lihat hasilnya.





-==™  SELAMAT MENCOBA ™==-

0 komentar:

Cerita,

Cerita Kemarin Tentang Kampus UP45


Kondisi perkuliahan terhenti untuk beberapa hari ini dikarenakan kampus dipalang oleh mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45. Semua ruangan dikunci dan benar-benar tak ada aktivitas di Gedung A maupun Gedung B terkunci rapat.
Aksi ini dipicu dari pergantian rektor yang terpilih dan siap dilantik justru salahsatu calon rektor yang kalah dalam pencalonan rektor waktu itu. Selain itu tudingan bahwa beliau tidak punya integritas dan sebagainya. Ditambah lagi sudah sekian tahun beliau mengabdi di kampus UP45 dan beberapa dugaan lain yang tersebar dikalangan mahasiswa.

Pada tanggal 11 April 2017 sekitar pukul 10.00 wib saya sampai dikampus. Nampak kerumunan mahasiswa didepan ruang perpustakaan. Ratusan yang hadir dengan  pegangan spanduk berisi tuntutan. Berpakaian rapi, ada juga kenakan almamater kampus maupun yang memakai pakaian organisasinya. Suara dari megaphone menggema, tuntutan hadirkan pak BI (rektor terpilih) disuarakan. Tak lama beliau hadir dan menjawab beberapa poin tuntutan dari mahasiswa.

Baca juga: Mahasiswa UP45 Tolak Rektor Baru

Situasi berjalan aman terkendali, aparat kepolisian nampak beberapa orang memantau jalannya aksi ini. Para karyawan/staf kampus dan dosen beberapa orang juga nampak menemani dibelakang pak BI. Tapi semua jawaban dari beliau ditolak dan massa tetap bersikeras untuk memaksa beliau menjawab sesuai pertanyaan yang dilontarkan. Tak ada titik temu. Karena pak BI juga beralasan tak bisa dan merasa grogi dengan situasi teriakan massa. Ia lebih meminta untuk duduk dan membahas tetapi massa tetap tak mau.

Setelah meliput dengan camera hp, saya tinggalkan kerumunan dan berjalan menuju kantin untuk minum kopi. Diajak kawan Arid dan Ruslan, berjalan menuju kantin. Tak lama berselang dari pojok kantin kami melihat kerumunan yang tadi bergeser. Berjalanan beriringan menuju ke depan melewati celah gedung A dan B. Kirain mau kemana, ternyata di simpang 2 depan gedung A, massa berhenti dan mulai membakar ban bekas. Asap hitam mengepul ditengah terik mentari, bercampur semangat teman-teman yang bersuara. Jalanan dipalang dan massa mulai duduk disekitar situ.

Mobil yang masuk dan keluar mulai dijaga ketat, diperiksa dan sebagainya. Beberapa saat disitu, sayapun pindah posisi setelah kawan Finsen dan Buang datang. Berjalan ke sudut parkiran kampus sambil memantau kawan--kwan yang membakar ban.

Selanjutnya pada tanggal 12 April 2017 pintu gerbang masuk kampus UP45 dipalang dengan spanduk. Ada spanduk bertuliskan, "Kampus ini disegel oleh mahasiswa", Rektor kami bukan BI dan sebagainya. Ramai dipintu gerbang setelah mendengar informasi kalau rektor yang dilantik akan kembali ke kampus. Oh iya didalam kampus Gedung A ada sebuah ucapan selamat kepada rektor yang baru dilantik. Dari seorang teman saya juga baru tahu kalau acara pelantikan dialihkan ke sebuah hotel.

Lihat juga: Hasil Rapat Akbar, AMP45 Akan Buka Segel

Kampus dikuasai mahasiswa dan rektor baru dilantik, padahal sehari sebelumnya ia didemo, diminta untuk mundur dari jabatannya. Sulit saya bayangkan, apa yang akan terjadi, bila Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 tetap ngotot dengan tuntutannya sementara pak BI, rektor yang baru dilantik juga tak mau mundur dan tetap mempertahankan posisinya sebagai rektor universitas proklamasi 45.

Semoga ada solusi terbaik yang akan didapat dalam pertemuan bersama, antara yayasan, rektor dan perwakilan AMP 45. Dan solusi itu dapat memuaskan semua pihak sehingga perkuliahan dapat kembali berjalan dengan normal.

Salam Juang

Gabhex | Bisa Papua

0 komentar:

Kampus

Hasil Rapat Akbar, AMP45 Akan Buka Segel Gerbang Kampus UP45

Yogyakarta - Informasi yang saya dapatkan digrup WA, dishare oleh kawan-kawan digrup tersebut, hasil keputusan pada rapat akbar yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45.
Berikut saya posting hasil share informasi terkait kampus kebanggaan kita dibawah ini:


INFO KEPUTUSAN RAPAT ALIANSI MAHASISWA PROKLAMASI

Disegelnya kampus oleh mahasiswa adalah bentuk dari sikap kritis yang dimiliki oleh mahasiswa Universitas Proklamasi 45. Mahasiswa yang merasa tidak puas dengan rektor terpilih adalah pemicu meledaknya aksi penyegelan kampus. Akibat dari penyegelan itulah, mengakibatkan seluruh aktivitas kampus menjadi tidak kondusif. Akibat penyegelan itulah rupanya mampu mendapat perhatian serius dari seluruh sivitas akademika di kalangan Universitas Proklamasi 45. Baik dari kalangan dosen, karyawan, yayasan, pimpinan, hingga Aliansi Mahasiswa Proklamasi sendiri.

Sebagaimana yang sudah menjadi kesepakatan antara peserta aksi dan pihak kampus, bahwa penyegelan akan dihentikan ketika sudah bisa audiensi bersama Rektor Terpilih dan Rektor Lama, pihak Yayasan, pihak Kopertis, dan mahasiswa. Berangkat atas kesepakatan itulah, maka kami sangat berterimakasih kepada pihak kampus yang sudah bermurah hati mau memfasilitasi kami dalam beraudiensi. Ada pun jadwal audiensi tersebut, terjadwal pada Tanggal 17, Hari Senin, Pukul 08.00-09.15 Pagi, di Kantor Kopertis Wilayah V.

Atas kemurahan hati dari pihak kampus yang sudah mau mendatangkan kopertis ke kampus Universitas Proklamasi 45 pada Kamis, Tanggal 13 dalam hal tujuan meninjau kondisi kampus yang tengah kacau, serta bersedianya untuk menghadirkan pihak-pihak yang diharapkan mahasiswa pada saat audiensi nanti, maka Aliansi Mahasiswa Proklamasi sepakat: Membuka Gerbang dan mengembalikan aktivitas kampus kepada kondisi semula; Mahasiswa dan dosen bisa kembali melangsungkan aktivitas belajar mengajar; Karyawan bisa kembali kerja; Kampus bisa aktif dengan normal pada Sabtu, 15 April 2017.

Ada pun terkait pembukaan segel, kami dari Aliansi Mahasiswa Proklamasi bukan berarti menghentikan perjuangan dalam penolakannya terhadap rektor terpilih. Mahasiswa akan tetap melakukan gerakan jika keputusan audiensi masih dirasa memihak sebelah. Dengan kata lain, tujuan dari tuntutan mahasiswa tidak bertemu hasil yang memuaskan.

Demikian keputusan Rapat Akbar Aliansi Mahasiswa Proklamasi pada Kamis 13 April 2017.

Diharapkan kepada kawan-kawan mahasiswa dan dosen untuk memaklumi atas segala kondisi kampus yang tidak kondusif pada akhir-akhir ini. Mohon info ini disebarkan ke seluruh sivitas akademika Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Terima kasih.

TTD
Aliansi Mahasiswa Proklamasi (AMP)

2 komentar:

Kampus

Mahasiswa UP45 Demo Tolak Rektor BI

Pak BI didepan massa AMPUP45

Yogyakarta, Aliansi Mahasiswa Proklamasi 45 (AMP45) Menggelar aksi didalam areal kampus pada hari, Selasa 11 April 2017. Massa mahasiswa terdiri dari beberapa fakultas yang ada pada universitas Proklamasi 45. Dimulai sekira 09.00 WIB, massa berkumpul dan kemudian orator bergantian dari perwakilan fakultas yang ada, selain isi orasi yang mengkritisi pimpinan kampus, yakni rektor, orator  juga  mengarahkan semangat  massa dengan yel yel.

Dua spanduk berukuran besar berisi tuntutan dipajang, juga nampak poster-poster aksi yang berisi tuntutan dibawa oleh peserta.

Beberapa saat kemudian massa yang menuntut untuk pak Bambang Irianto yang terpilih menjadi rector agar menemui massa, datang bertemu dengan massa pendemo.
Didepan massa pak Bambang sempat meminta supaya massa aksi tenang dan tidak berteriak atau dengan suara keras karena beliau trauma dan sedikit merasa tertekan dengan suasana itu.

Point – point tuntutan yang disampaikan diantaranya:
1. Menolak terpilihnya rektor yang tidak berintegritas.
2. Menuntut pemisahan fungsi yayasan dan universitas.
3. Menuntut transparansi audit keuangan selama 8 tahun terakhir.
4. Meminta kejelasan serta kedudukan BI selama di yayasan.
5. Penjelasan sumber keuangan yayasan.

Spanduk berisi tuntutan juga dipajang di sudut kanan Gedung B kampus UP45



Dalam penjelasan yang disampaikan oleh pak BI kepada massa aksi tidak diterima oleh massa aksi yang kemudian melakukan aksi lanjutan dijalan masuk kampus dengan membakar ban bekas.



Dari informasi yang didapatkan aksi ini sendiri masih tetap dilanjutkan, sebagian aktivis kampus akhirnya bermalam dikampus dan aksi ini dilanjutkan hari berikutnya.

Laporan: Gabhex | Bisa Papua
Dokumentas. Gabhex

0 komentar: